Pencarian

Data Tenaga Kerja AS Cetak Rekor, Dolar AS Tembus Level Tertinggi dalam Dua Bulan

Senin, 08 Juni 2026 • 10:47:31 WIB
Data Tenaga Kerja AS Cetak Rekor, Dolar AS Tembus Level Tertinggi dalam Dua Bulan
Data tenaga kerja AS mencatat penambahan 172.000 pekerjaan, melampaui ekspektasi analis.

MALUKU — Nonfarm payrolls AS bertambah 172.000 pekerjaan pada periode terbaru, jauh di atas perkiraan analis. Laporan yang dirilis Jumat pekan lalu itu menjadi katalis utama penguatan dolar, yang langsung terlihat pada pembukaan pasar Senin (8/6/2026). Pasar di Australia yang tutup karena libur sempat menahan volatilitas, tetapi dolar tetap kokoh di level tinggi.

Bagaimana Dampaknya ke Euro, Yen, dan Bitcoin?

Euro terpukul paling keras, terperosok ke posisi terendah dua bulan di USD1,1507. Pound sterling juga tak berdaya, jatuh ke USD1,33165, level terendah dalam tiga pekan. Dolar Australia dan Selandia Baru sama-sama merosot ke level terendah dua bulan, masing-masing di USD0,7016 dan USD0,5779.

Tekanan terbesar justru dirasakan yen Jepang. Mata uang Negeri Sakura itu diperdagangkan di level 160,29 per dolar AS, mendekati titik terendah sejak Juli 2024 di 160,725. Angka ini praktis menghapus seluruh penguatan yang diperoleh setelah intervensi besar-besaran Tokyo senilai 11,7 triliun yen (sekitar Rp 1.168 triliun) lebih dari sebulan lalu.

"Yen tetap tertekan karena selisih suku bunga yang persisten. BOJ masih lambat menormalisasi kebijakan di tengah sikap hawkish bank sentral lain," kata David Meier, ekonom di Julius Baer. Intervensi hanya memberi waktu, tetapi prospek yen sangat bergantung pada langkah kebijakan moneter ke depan.

The Fed Naikkan Suku Bunga? Pasar Sudah Antisipasi

Data tenaga kerja yang kuat mengubah peta ekspektasi pasar secara drastis. Instrumen CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2026 kini di atas 70 persen, naik tajam dari 45 persen hanya sepekan sebelumnya. Dua kali kenaikan 25 basis poin pada akhir tahun mulai diperhitungkan.

Jonas Goltermann, kepala ekonom pasar di Capital Economics, menegaskan kombinasi guncangan pasokan energi dan percepatan pasar tenaga kerja AS membuat pengetatan kebijakan semakin mungkin terjadi. "FOMC akan memberikan dua kali kenaikan suku bunga sebagai respons atas guncangan energi dan data tenaga kerja yang membaik," ujarnya.

Konflik Iran-Israel yang memanas turut memperkuat narasi inflasi global. Presiden AS Donald Trump pada Minggu (7/6) dikabarkan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menahan diri dari serangan balasan. Pasar energi tetap waspada terhadap eskalasi lebih lanjut.

Bitcoin Rebound, Ether Bangkit dari Level Terendah

Di tengah tekanan dolar yang meluas, pasar kripto justru menunjukkan pemulihan. Bitcoin naik lebih dari 1 persen ke USD62.838,60, bangkit setelah tergelincir ke level terendah sejak Oktober 2024 pekan lalu. Ether melesat lebih dari 3 persen ke USD1.680,87, setelah terperosok ke level terendah dalam 14 bulan.

Namun, analis mencatat aksi jual aset kripto masih berlanjut karena modal investor tersedot ke saham-saham AI yang sedang booming dan serangkaian IPO bergengsi seperti SpaceX. Bitcoin kesulitan mempertahankan momentum sejak awal tahun.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks