AMBON — Veronica Tan tidak sekadar menyapa para pedagang di Pasar Ikan Desa Laha. Ia menyusuri lapak-lapak, menanyakan harga ikan, hingga mendengar keluhan soal akses modal dan fluktuasi harga tangkapan nelayan.
"Kami ingin melihat secara langsung kondisi perempuan di daerah pesisir dan kepulauan, karena mereka memiliki kontribusi besar dalam menopang ekonomi keluarga, khususnya di sektor perikanan," kata Veronica dalam keterangan resmi yang diterima di Ambon, Jumat.
Perempuan Jadi Garda Depan Rantai Ekonomi Perikanan
Menurut Veronica, perempuan di kawasan pesisir memegang peran krusial sejak pengolahan hasil tangkapan hingga pemasaran. Ia menilai selama ini kontribusi mereka kerap luput dari kebijakan yang berpihak.
"Pemerintah perlu memastikan mereka mendapat akses yang lebih baik terhadap pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan perlindungan," ujarnya.
Kunjungan lapangan ini, lanjut Veronica, menjadi bahan evaluasi agar kebijakan pusat tidak tumpul saat diterapkan di daerah dengan geografi kepulauan seperti Maluku.
Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau Digelar
Usai meninjau pasar, Veronica menghadiri Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Maluku, Desa Rumah Tiga, Ambon. Forum ini menghadirkan organisasi perempuan, akademisi, dan perwakilan masyarakat sipil.
"Kami ingin mendengar langsung aspirasi mereka agar kebijakan yang disusun pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Perempuan pesisir harus menjadi bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," tegas Veronica.
Ia berharap forum tersebut melahirkan program-program konkret yang mampu meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak di Maluku, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di daerah kepulauan.
Sekda Maluku: Momentum Perkuat Sinergi Pusat-Daerah
Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Sadali Ie menyambut positif kunjungan kerja ini. Menurutnya, perhatian pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di provinsi yang wilayahnya didominasi lautan.
"Kunjungan ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif bagi perempuan dan anak di Maluku," ujar Sadali.
Ia menambahkan, tantangan geografis Maluku yang terdiri dari ribuan pulau membuat akses layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi bagi perempuan kerap terhambat. Dukungan kebijakan dari pusat dinilai menjadi kunci untuk mengejar ketertinggalan tersebut.