MALUKU — Data penjualan Gaikindo periode Januari-Mei 2026 menunjukkan Kijang Innova Reborn justru memimpin dibandingkan saudara mudanya, Innova Zenix. Selisihnya mencapai 1.350 unit dalam lima bulan. Capaian ini melanjutkan tren tahun sebelumnya, di mana sepanjang 2025 distribusi Innova Reborn hanya kalah 78 unit dari Zenix—30.578 berbanding 30.656 unit.
Mesin Diesel dan Penggerak Roda Belakang Jadi Daya Tarik Utama
Vice President PT Toyota Astra Motor Jap Ernando Demily menjelaskan alasan Innova Reborn masih diburu. "Jadi (pembeli Innova Reborn adalah) orang penggemar mesin diesel, masih suka ground clearance tinggi, masih suka penggerak roda belakang," ujarnya. Menurut Ernando, segmen ini cukup besar di Indonesia, tidak hanya di daerah tetapi juga di kota besar seperti Jakarta.
Innova Reborn tersedia dengan pilihan transmisi manual dan matic, plus mesin diesel yang dikenal bandel. Sementara Innova Zenix yang lebih modern hanya menawarkan mesin bensin dan opsi hybrid. Bagi konsumen yang mengutamakan durabilitas dan biaya perawatan rendah, Innova Reborn tetap jadi pilihan utama.
Toyota Produksi Dua Generasi Sekaligus karena Permintaan Tinggi
Wakil Presiden PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan pihaknya masih memproduksi Innova Reborn karena permintaan konsumen belum surut. "Hal ini menjadikan TMMIN sebagai fasilitas produksi Toyota yang memproduksi dua generasi sekaligus," jelasnya. Toyota berencana terus memproduksi Innova Reborn hingga konsumen merasa bosan.
Strategi ini terbukti efektif. Alih-alih tergerus model baru, Innova Reborn justru mampu bersaing ketat dengan generasi penerusnya. Padahal dari sisi fitur, Innova Zenix jelas lebih unggul dengan teknologi hybrid dan kelengkapan keselamatan modern. Namun loyalitas konsumen pada mesin diesel dan sasis penggerak belakang masih sulit digoyahkan.
Segmen Pasar Khusus yang Tak Tergantikan
Fenomena ini menunjukkan ada ceruk pasar spesifik di Indonesia yang belum bisa dipenuhi model modern. Pengguna yang membutuhkan mobil tangguh untuk medan berat, atau yang terbiasa dengan karakter penggerak roda belakang, tetap setia pada Innova Reborn. Di kota-kota besar pun, permintaan masih tinggi—terutama dari kalangan usaha kecil dan armada taksi.
Dengan data penjualan yang konsisten, tidak heran jika Toyota enggan menghentikan produksi Innova Reborn dalam waktu dekat. Selama masih ada pembeli, model lawas ini akan terus melaju di jalanan Indonesia.