Pencarian

Danantara: Laba BUMN Tembus Rp335 Triliun di 2025, Kontribusi ke Negara Bisa Tembus Rp700 Triliun

Sabtu, 13 Juni 2026 • 21:29:01 WIB
Danantara: Laba BUMN Tembus Rp335 Triliun di 2025, Kontribusi ke Negara Bisa Tembus Rp700 Triliun
Laba konsolidasi BUMN tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp335 triliun.

MALUKU — Dony Oskaria menegaskan bahwa anggapan BUMN secara kolektif merugi adalah tidak benar. Dalam podcast Bukan Kaleng Kaleng, Kamis (11/6), ia membeberkan data laba konsolidasi BUMN tahun ini mencapai Rp335 triliun. "Itu bohong kalau bilang BUMN secara konsolidasi rugi. Yang rugi itu hanya Rp20 triliun," ujarnya.

Menurut Dony, jika seluruh entitas yang merugi ditutup atau dibenahi, laba konsolidasi BUMN bisa langsung melonjak menjadi Rp355 triliun. "Untungnya belum maksimal. Tapi sudah pasti kita enggak rugi," tegasnya.

Kontribusi ke Negara: Rp600–700 Triliun per Tahun

Selain laba bersih, Dony menyebut kontribusi total BUMN ke penerimaan negara—termasuk pajak dan kewajiban lain—mencapai kisaran Rp600–700 triliun setiap tahun. "BUMN kita itu besar," katanya.

Presiden Prabowo Subianto, lanjut Dony, menargetkan Danantara bisa mendongkrak angka itu lebih tinggi lagi. Target jangka panjangnya adalah menembus Rp800 triliun per tahun. "Makanya Presiden berharap dengan adanya Danantara ini jauh menjadi lebih besar lagi," ungkap Dony.

Langkah Transformasi: Konsolidasi hingga Standarisasi Direksi

Untuk mencapai target tersebut, Danantara menjalankan sejumlah langkah strategis. Pertama, konsolidasi perusahaan dengan mengurangi jumlah entitas BUMN. Kedua, membangun peta jalan (roadmap) baru dan memperkuat keunggulan kompetitif tiap perusahaan.

Di sisi sumber daya manusia, Dony menyebut pihaknya kini menstandarisasi kualifikasi calon direksi BUMN. Setiap kandidat harus melewati Basic Competency Assessment sebelum menjabat. "Kita mengembangkan human capital-nya. Termasuk juga men-standarisasi kualifikasi orang yang menjadi Direktur BUMN," jelasnya.

Dony optimistis transformasi ini adalah yang paling fundamental dalam sejarah pengelolaan BUMN di Indonesia. "Saya sangat optimistis kita bisa melakukan ini. Tidak ada pilihan," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: merdeka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks