Laporan soal gangguan layar pada seri Galaxy S23 mulai ramai dalam beberapa pekan terakhir. Alih-alih kerusakan fisik, masalah ini diduga kuat dipicu oleh pembaruan perangkat lunak—tepatnya setelah pengguna menginstal One UI 8.5.
Garis Neon di Layar: Gejala yang Kembali Muncul
Sejumlah pengguna mengunggah foto dan video yang memperlihatkan garis-garis vertikal tipis berwarna hijau terang dan merah muda melintang di layar ponsel mereka. Pola kerusakan ini tampak identik dengan insiden serupa yang pernah terjadi pada lini Galaxy S20 dan S21 beberapa tahun lalu.
Bedanya, Galaxy S23 saat ini masih tergolong perangkat yang belum usang. Seri ini baru dirilis pada awal 2023 dan masih menerima pembaruan keamanan rutin dari Samsung. Karena itu, kemunculan kembali masalah ini dianggap mengejutkan oleh komunitas pengguna.
Pembaruan Jadi Tersangka Utama
Belum ada pernyataan resmi dari Samsung mengenai laporan ini. Namun, pola kemunculan gangguan yang terjadi secara massal setelah pembaruan sistem mengarah pada dugaan kuat bahwa One UI 8.5 menjadi pemicunya.
Beberapa pengguna melaporkan bahwa garis-garis tersebut muncul segera setelah proses pembaruan selesai, bahkan pada perangkat yang tidak pernah mengalami benturan atau kerusakan fisik sebelumnya. Ini memperkuat dugaan bahwa bug berada di lapisan software, bukan kegagalan panel layar.
Dampak ke Pengguna dan Langkah yang Bisa Diambil
Bagi pengguna Galaxy S23 di Indonesia yang belum memperbarui sistem, langkah paling aman saat ini adalah menunda instalasi One UI 8.5 hingga Samsung memberikan klarifikasi atau merilis tambalan perbaikan. Menonaktifkan pembaruan otomatis di pengaturan sistem bisa menjadi tindakan pencegahan sementara.
Jika sudah terlanjur mengalami gangguan, pengguna disarankan untuk menghubungi pusat layanan resmi Samsung. Sejauh ini belum ada informasi apakah kerusakan ini akan ditanggung dalam garansi standar mengingat penyebabnya diduga berasal dari pembaruan software.
Insiden ini kembali membuka diskusi soal kebijakan dukungan perangkat lawas. Galaxy S23 yang baru berusia tiga tahun seharusnya masih berada dalam periode dukungan penuh, namun bug semacam ini bisa menggerus kepercayaan pengguna terhadap kualitas pembaruan Samsung.