Pencarian

Smelter Kedua Freeport di Gresik Mulai Produksi September 2026, Pasokan Konsentrat Pulih Bertahap

Kamis, 18 Juni 2026 • 11:31:32 WIB
Smelter Kedua Freeport di Gresik Mulai Produksi September 2026, Pasokan Konsentrat Pulih Bertahap
Smelter Manyar Freeport di Gresik dijadwalkan mulai produksi pada September 2026.

MALUKU — Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengungkapkan, proses pengolahan konsentrat di Smelter Manyar akan dimulai pada Agustus 2026. “Kira-kira bulan September akan produksi. Agustus sudah mulai olah konsentrat lagi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Target ini merupakan penyesuaian setelah produksi tambang GBC terhenti akibat longsor pada 8 September 2025. Sejak saat itu, pasokan konsentrat ke Smelter Manyar tidak mencukupi untuk beroperasi penuh.

Kapasitas Tambang Baru Pulih 50 Persen

Tony menjelaskan, pada semester I 2026 kapasitas produksi GBC baru mencapai 50 persen dari kondisi normal. Dengan volume tersebut, seluruh konsentrat yang dihasilkan masih terserap penuh oleh smelter pertama Freeport, PT Smelting.

PT Smelting merupakan smelter tembaga pertama di Indonesia yang telah beroperasi lebih dulu. Sementara Smelter Manyar adalah fasilitas kedua yang dibangun Freeport untuk memurnikan konsentrat tembaga menjadi katoda.

Memasuki semester II 2026, kapasitas tambang GBC diperkirakan meningkat menjadi 65 persen. Dari jumlah itu, sebanyak 15 persen konsentrat akan dialokasikan ke Smelter Manyar secara bertahap. “Sekitar segitulah (15 persen). Itu sampai akhir tahun. Jadi nanti dia bertahap, nggak langsung 15 persen tambahan,” kata Tony.

Pemulihan Penuh Baru Tercapai 2028

Freeport menargetkan kapasitas produksi tambang GBC pulih seratus persen pada 2028. Proyeksi pemulihan dilakukan secara bertahap: pada semester I 2027 kapasitas ditargetkan mencapai 75 persen, lalu naik ke 100 persen pada paruh kedua tahun yang sama.

“Dan (kapasitas produksi) 100 persennya akan dimulai di satu hari setelah akhir tahun,” ujar Tony.

Sebelum insiden longsor, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Freeport mampu memproduksi 3,2 juta ton bijih konsentrat tembaga per tahun. Dengan pulihnya tambang dan beroperasinya Smelter Manyar, rantai pasok hilirisasi tembaga nasional diharapkan kembali normal secara bertahap hingga 2028.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks