JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif melihat festival musik bukan sekadar hiburan, tetapi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Wakil Menteri Ekraf Irene Umar menegaskan sinergi antara ekosistem hiburan dan layanan keuangan digital bisa memperluas akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif.
Bagaimana Festival Musik Bisa Mendongkrak Ekonomi Daerah?
Menurut Irene, festival berskala besar berkontribusi langsung pada penciptaan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan rantai nilai industri kreatif. "Sinergi seperti ini menunjukkan bagaimana inovasi digital dapat memperluas akses pasar, meningkatkan pengalaman audiens, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi pelaku ekonomi kreatif, termasuk musisi dan pelaku usaha pendukungnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin.
Integrasi antara pertunjukan musik, teknologi, dan fintech diharapkan mampu menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth nasional. Model ini dinilai bisa diadopsi oleh pemerintah daerah di Maluku untuk mengembangkan potensi musik dan budaya lokal.
Standarisasi Tata Kelola Festival Musik
Irene menekankan pertumbuhan industri festival harus dibarengi dengan perlindungan bagi pekerja seni. "Festival besar ini harus menjadi standardisasi baru dalam hal tata kelola panggung, promosi, hingga hilirisasi produk musik yang berkelanjutan," tambahnya.
Allo Bank Festival yang digelar sejak 2022 menjadi contoh konkret. Festival berkonsep all-in-one ini memadukan konser musik lintas genre—dari pop, dangdut, hingga K-pop—dengan area kuliner dan aktivitas interaktif. Pada edisi terbaru, acara ini menarik sekitar 15 ribu pengunjung dan melibatkan 15 pelaku UMKM.
Apa Dampaknya bagi Pelaku UMKM dan Musisi Lokal?
Kolaborasi lintas sektor ini membuka akses permodalan dan pemasaran digital bagi pelaku UMKM. Musisi lokal juga mendapatkan panggung yang lebih luas dan sistem pembayaran yang lebih transparan melalui layanan keuangan digital. Irene berharap model ini bisa memperkuat infrastruktur komersial industri musik di daerah.
Kapan Model Ini Bisa Diterapkan di Maluku?
Kementerian Ekraf belum menyebutkan jadwal spesifik untuk replikasi program ini ke Maluku. Namun, dorongan untuk memperkuat rantai nilai industri kreatif dan memperluas akses pasar terus digencarkan. Pemerintah daerah diharapkan mulai menyusun peta jalan kolaborasi antara pelaku musik, penyelenggara acara, dan perusahaan fintech.
FAQ: Pertanyaan Seputar Kolaborasi Ekonomi Kreatif dan Fintech
Apa manfaat festival musik bagi ekonomi lokal?
Festival musik menciptakan nilai tambah ekonomi melalui penjualan tiket, UMKM kuliner, merchandise, dan jasa akomodasi. Acara ini juga menyerap tenaga kerja temporer dan memperkenalkan destinasi wisata daerah ke audiens nasional.
Siapa saja yang diuntungkan dari sinergi musik dan fintech?
Musisi, pelaku UMKM, penyelenggara acara, dan penyedia layanan keuangan digital sama-sama diuntungkan. Musisi mendapat akses pembayaran royalti yang lebih cepat, UMKM bisa menerima pembayaran non-tunai, dan fintech memperluas basis pengguna.
Apakah ada jaminan perlindungan bagi pekerja seni di festival komersial?
Wamenekraf menegaskan standardisasi tata kelola panggung, promosi, dan hilirisasi produk musik harus diterapkan. Pemerintah akan memastikan nilai ekonomi yang adil bagi seluruh pekerja seni di dalam ekosistem festival.