Pencarian

Bulog Tarik Ribuan Liter MinyaKita Berbau Solar dari Tiga Kabupaten di Jateng, Ganti Produk Baru

Senin, 29 Juni 2026 • 19:15:01 WIB
Bulog Tarik Ribuan Liter MinyaKita Berbau Solar dari Tiga Kabupaten di Jateng, Ganti Produk Baru
Bulog menarik ribuan liter minyak goreng MinyaKita berbau solar dari tiga kabupaten di Jawa Tengah.

MALUKU — Bau solar yang menyeruak dari minyak goreng murah bersubsidi itu pertama kali dikeluhkan warga di beberapa titik di Jawa Tengah. Bulog pun bergerak cepat. Tidak hanya menghentikan distribusi, perusahaan pelat merah itu memerintahkan penarikan menyeluruh produk MinyaKita dari PT KMR yang sudah beredar di Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri.

“Bulog tidak akan mentolerir produk yang tidak memenuhi standar mutu. Sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, seluruh produk MinyaKita produksi PT KMR yang telah terdistribusi kami perintahkan untuk segera ditarik,” ujar Rizal di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Uji Lab Jadi Penentu, Masyarakat Dapat Ganti Rugi Produk

Setelah penarikan, seluruh sampel akan diuji di laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kontaminasi. Hasil uji ini akan menjadi dasar bagi Bulog untuk menentukan langkah hukum dan operasional selanjutnya terhadap PT KMR.

Proses penarikan dilakukan secara terkoordinasi antara Bulog, produsen, dan distributor daerah. Warga yang sudah terlanjur menerima MinyaKita produksi PT KMR tidak perlu khawatir. “Masyarakat yang telah menerima produk akan memperoleh penggantian produk yang memenuhi standar mutu sehingga hak masyarakat tetap terlindungi,” tegas Rizal.

Insiden ini mendorong Bulog untuk memperketat pengawasan di seluruh rantai pasok. Bersama para mitra, Bulog akan memperkuat inspeksi mendadak ke pabrik-pabrik mitra, termasuk yang sudah dilakukan Rizal ke fasilitas PT KMR pada Sabtu (27/6/2026). Sidak tersebut merupakan respons langsung atas keluhan warga yang masuk ke pusat pengaduan Bulog.

Pemerintah Tetap Pertahankan HET Rp15.700 di Tengah Tekanan Biaya

Di sisi lain, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga harga MinyaKita tetap di angka Rp15.700 per liter. Keputusan ini diambil meskipun harga minyak sawit mentah dunia melonjak dan menekan biaya produksi para produsen.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyatakan, Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan ketersediaan minyak goreng murah bagi masyarakat. “Pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk mempertahankan harga eceran tertinggi atau HET MinyaKita di angka Rp15.700 per liter, meskipun biaya produksi meningkat,” ujar Qodari, Selasa (23/6/2026).

Pemerintah juga memastikan distribusi MinyaKita tetap difokuskan ke pasar rakyat, bukan ritel modern. Pengawasan distribusi dan efisiensi tata niaga akan terus diperkuat agar harga di lapangan tidak membengkak. Langkah ini menjadi bantalan bagi daya beli masyarakat yang tengah tertekan oleh kenaikan harga pangan global.

Penarikan produk dan komitmen harga ini menunjukkan bahwa Bulog dan pemerintah berada di bawah tekanan ganda: menjaga mutu di satu sisi, dan stabilitas harga di sisi lain. Bagi warga Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri, prioritas saat ini adalah memastikan minyak goreng yang mereka konsumsi benar-benar aman—dan Bulog berjanji akan mengganti setiap liter yang bermasalah.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks