MALUKU — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Polri tidak hanya bertugas mengawal distribusi bantuan pangan, tetapi juga turun langsung mendampingi petani. Dalam keterangannya, ia menyebut pihaknya telah memfasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank-bank Himbara, termasuk BRI, dan menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian serta pemerintah daerah.
"Hingga kuartal II 2026 telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton," kata Listyo di hadapan Presiden.
Bawang Putih hingga Pupuk dari Enceng Gondok
Polri juga memperluas pendampingan ke komoditas strategis lain. Di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, sebanyak 30 kelompok tani difasilitasi mengembangkan bawang putih di lahan 948 hektare, menghasilkan panen 18.960 ton. Program serupa berjalan di Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus dengan total lahan 127,5 hektare.
Di sisi inovasi, institusi ini mulai menerapkan teknologi pertanian modern. Beberapa di antaranya penggunaan benih unggul, pupuk organik presisi berbahan enceng gondok, serta alat pengering hasil panen mobile rotary dryer. Limbah tongkol jagung pun diolah menjadi briket, sementara pupuk berbahan batu bara diklaim mampu memperbaiki tingkat keasaman tanah dan memulihkan unsur hara.
29 Gudang Ketahanan Pangan Dibangun
Untuk menunjang penyimpanan hasil panen, Polri telah membangun 29 gudang ketahanan pangan di sejumlah daerah. Langkah ini dinilai krusial mengingat tantangan global seperti perubahan iklim, perang dagang, dan disrupsi teknologi yang mengancam pasokan pangan nasional.
Menurut Kapolri, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga ketersediaan pangan. Selain menggandeng 30.548 kelompok tani, Polri juga mendorong program pekarangan pangan bergizi dan pemanfaatan lahan produktif di berbagai wilayah. Pendekatan ini diharapkan memperkuat target swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.