AMBON — Kenaikan harga pangan dan bahan bakar minyak (BBM) mengerek inflasi di Maluku pada Juni 2026. Berdasarkan data yang dirilis Kamis (2/7/2026), inflasi bulan ke bulan mencapai 1,49 persen, lebih tinggi dari realisasi Mei yang sebesar 0,93 persen.
Secara spasial, seluruh daerah yang menjadi titik Indeks Harga Konsumen (IHK) di Maluku mencatat inflasi. Kabupaten Maluku Tengah menjadi yang tertinggi dengan inflasi 1,82 persen, disusul Kota Tual 1,51 persen, dan Kota Ambon 1,28 persen.
Bawang Merah hingga Bensin Jadi Biang Kerok
Plt. Kepala Perwakilan BI Maluku, Surya Alamsyah, dalam siaran persnya menjelaskan bahwa lonjakan harga tertinggi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang andil inflasi 0,90 persen. "Komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah menjadi penyumbang utama dengan andil masing-masing 0,17 persen, 0,14 persen, dan 0,14 persen," ujarnya.
Kondisi ini dipengaruhi oleh berakhirnya masa puncak panen di tengah curah hujan yang mulai meningkat, sehingga mengganggu pasokan.
Sementara itu, kelompok transportasi memberikan andil inflasi sebesar 0,52 persen. Kenaikan harga bensin non-subsidi pada 6 Juni 2026 menjadi faktor dominan dengan andil 0,30 persen. Tarif angkutan udara juga ikut naik dengan andil 0,18 persen, didorong tingginya permintaan selama libur sekolah dan penyesuaian biaya fuel surcharge.
Inflasi Tahunan Melampaui Target Pemerintah
Secara tahunan, inflasi Maluku mencapai 3,80 persen (yoy). Angka ini berada di atas rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen yang ditetapkan pemerintah. Capaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,27 persen.
TPID Gencarkan Operasi Pasar dan Sidak
Merespons situasi ini, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku mengoptimalkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Langkah konkret yang dijalankan meliputi Gerakan Pangan Murah (GPM), penyaluran beras SPHP Bulog, dan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar.
Dari sisi hulu, pemerintah daerah turut mendistribusikan bantuan alat dan benih padi dari kementerian, serta mendorong panen raya dan peningkatan serapan gabah oleh Bulog. Untuk memperlancar distribusi, layanan penyeberangan ASDP juga dioptimalkan guna memastikan pasokan bahan pangan dari luar daerah tetap lancar.
Koordinasi pengawasan diperkuat melalui rapat koordinasi pusat-daerah dan sidak di Pasar Mardika, Ambon. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku secara berkala memantau harga komoditas hortikultura untuk mengantisipasi lonjakan lebih lanjut.