Pencarian

Pemerintah Belanda Resmi Minta Maaf ke Kelas Tentara KNIL Asal Maluku, 75 Tahun Lalu Dibuang ke Rotterdam

Sabtu, 04 Juli 2026 • 16:23:31 WIB
Pemerintah Belanda Resmi Minta Maaf ke Kelas Tentara KNIL Asal Maluku, 75 Tahun Lalu Dibuang ke Rotterdam
Pemerintah Belanda resmi minta maaf kepada keluarga tentara KNIL asal Maluku dalam seremoni di Rotterdam.

ROTTERDAM — Pemerintah Belanda secara resmi meminta maaf kepada keluarga tentara KNIL asal Maluku dalam sebuah seremoni di Rotterdam, 21 Juni lalu. Permintaan maaf itu disampaikan bersamaan dengan peresmian Monumen Ulu Kora, berbentuk haluan kapal tradisional Maluku, yang dibangun untuk mengenang kedatangan pertama orang-orang Maluku di Belanda 75 tahun lalu.

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tentara KNIL Maluku?

Pada 1951, lebih dari 12.000 tentara KNIL asal Maluku dan keluarganya dipindahkan secara paksa ke Belanda. Mereka adalah prajurit yang sebelumnya setia bertugas di bawah Kerajaan Hindia Belanda. Setibanya di Belanda, mereka tidak pernah diakui sebagai warga negara oleh Belanda, dan oleh Indonesia mereka dianggap sebagai gangguan.

Empat Generasi Hidup dalam Status Tak Jelas

Selama empat generasi, komunitas Maluku di Belanda hidup dalam ketidakpastian hukum dan sosial. Mereka tidak memiliki kewarganegaraan yang jelas, akses terbatas pada pendidikan dan pekerjaan, serta kerap diperlakukan sebagai beban oleh pemerintah Belanda. Monumen Ulu Kora yang diresmikan bulan lalu menjadi simbol pengakuan atas penderitaan panjang mereka.

"Permintaan maaf ini adalah langkah awal. Tapi pengakuan penuh atas status mereka masih menjadi perjuangan," kata seorang perwakilan komunitas Maluku di Belanda dalam pernyataan yang dikutip media setempat.

Monumen Ulu Kora: Simbol Pengakuan atau Sekadar Simbol?

Monumen berbentuk haluan kapal tradisional Maluku itu dibangun di Rotterdam, kota yang menjadi tempat pertama ribuan tentara KNIL dan keluarganya mendarat 75 tahun lalu. Pemerintah Belanda menyebut monumen ini sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi dan pengorbanan orang-orang Maluku. Namun, sebagian komunitas menilai permintaan maaf tanpa perubahan kebijakan kewarganegaraan masih belum cukup.

Hingga kini, keturunan tentara KNIL Maluku di Belanda masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan penuh sebagai warga negara Belanda. Di Indonesia, kisah mereka nyaris tak pernah dibahas dalam buku sejarah resmi.

Bagikan
Sumber: bbc.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks