MALUKU — PB PSTI membagi LSI 2026 ke dalam lima wilayah dengan tuan rumah berbeda: Bandar Lampung (Wilayah I), Surabaya (Wilayah II), Mamuju (Wilayah III), Jayapura (Wilayah IV), dan Tarakan (Wilayah V). Khusus Wilayah II, sembilan provinsi dari Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT turun berlaga.
"Kompetisi ini dirancang sebagai sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan sekaligus menjadi wadah menjaring talenta-talenta terbaik menuju level internasional," kata Sekjen PB PSTI Nukhrawi Nawir saat pembukaan di Surabaya, Kamis (2/7/2026).
Jawa Timur Jadi Tuan Rumah Strategis Berkat Tradisi Pembinaan
PB PSTI menunjuk Jawa Timur sebagai salah satu tuan rumah karena konsistensinya mencetak atlet nasional. Nukhrawi menilai pengurus PSTI Jatim aktif dan potensi daerahnya luar biasa dalam menghasilkan pemain berkualitas.
"Potensi Jatim luar biasa dan selalu mencetak atlet nasional. Selain itu para pengurusnya betul-betul aktif, sehingga Jawa Timur kami minta menjadi tuan rumah penyelenggaraan," tuturnya.
Target Besar Jatim: Kirim Atlet ke Pelatnas untuk Event Internasional
Ketua PSTI Jawa Timur Aries Agung Paewai optimistis kontingennya mampu bersaing. Persiapan fisik, teknik, dan mental atlet sudah dimatangkan jauh-jauh hari sebelum LSI bergulir.
"Kita tetap optimistis karena atlet-atlet sudah dipersiapkan secara matang dari jauh-jauh hari sebelum LSI. Sebagai tuan rumah kita tidak ingin atlet-atlet kita kalah sebelum bertanding," ujar Aries.
Targetnya bukan sekadar juara di level nasional. Jatim ingin mengirimkan sebanyak mungkin atlet ke pemusatan latihan nasional untuk membela Indonesia di SEA Games, Asian Games, hingga kejuaraan dunia.
25 Wasit Berlisensi dan Jaminan BPJS Kesehatan untuk Seluruh Atlet
Seluruh pertandingan LSI 2026 dipimpin 25 wasit nasional berlisensi. PB PSTI juga memastikan semua atlet mendapat perlindungan BPJS Kesehatan selama mengikuti kompetisi.
Nukhrawi menekankan liga nasional ini bukan sekadar ajang adu gengsi antardaerah. Lebih dari itu, LSI menjadi media memperkuat sportivitas, persaudaraan, sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan sepak takraw Indonesia.
"Kompetisi ini harus menjadi sarana membangun sportivitas dan meningkatkan prestasi sepak takraw Indonesia agar mampu bersaing di SEA Games, Asian Games hingga kejuaraan dunia," pungkasnya.