Pencarian

Produksi Migas Pertamina Hulu Indonesia Tembus 116 Persen Target, Jadi Andalan Ketahanan Energi Nasional

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 10:30:01 WIB
Produksi Migas Pertamina Hulu Indonesia Tembus 116 Persen Target, Jadi Andalan Ketahanan Energi Nasional
Produksi minyak PT Pertamina Hulu Indonesia mencapai 59,3 ribu barel per hari atau 116,1 persen dari target RKAP 2026.

MALUKU — Industri hulu migas nasional tengah menghadapi tantangan berat. Data SKK Migas menunjukkan laju penurunan produksi (decline rate) minyak Indonesia periode 2020–2025 mencapai rata-rata 22,3 persen per tahun, sementara gas 12 persen per tahun. Di tengah kondisi itu, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) justru membuktikan diri mampu melampaui target produksi pada semester pertama tahun ini.

Perusahaan yang beroperasi di Regional 3 Kalimantan ini mencatat produksi minyak sebesar 59,3 ribu barel per hari atau 116,1 persen dari target RKAP 2026. Adapun produksi gas mencapai 621 MMSCFD atau 105,4 persen dari target. Kinerja ini diumumkan dalam Town Hall Meeting Direktur Utama PHI yang dihadiri sekitar dua ribu pekerja dari berbagai wilayah operasi di Jakarta dan Kalimantan.

Strategi Baru di Tengah Lapangan Tua

Muharram Jaya Panguriseng, Direktur Utama PHI yang baru dilantik, langsung menyapa pekerja dalam forum tersebut. Ia menegaskan pentingnya inovasi untuk mengoptimalkan tingkat perolehan minyak (recovery rate) dari lapangan-lapangan yang sudah mature di Kalimantan.

"Kita harus mengedepankan out of the box thinking. Mustahil kita mengharapkan hasil yang berbeda, jika kita tetap melakukan cara yang sama di lokasi yang sama pula," ujarnya dalam keterangan yang dipublikasikan, Kamis (30/07).

Meidawati, Komisaris Utama PHI, menekankan strategi selective investment sebagai kunci menjaga keberlanjutan produksi. "Upaya-upaya yang kita lakukan mengedepankan analisis tekno-ekonomi yang berbasis keselamatan kerja atau HSSE dan manajemen risiko," ungkapnya. Pendekatan ini memastikan setiap investasi dihitung cermat dari sisi teknis dan finansial tanpa mengorbankan aspek keselamatan.

Sejumlah Proyek Strategis Berhasil Dirampungkan

Sepanjang semester pertama 2026, PHI mencatat sejumlah pencapaian penting di proyek-proyek utamanya. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyelesaikan pemasangan topside Proyek Manpatu pada akhir Mei, disusul keberhasilan onstream platform keempat Proyek Sisi Nubi AOI pada Juni.

Inovasi juga menjadi motor peningkatan produksi. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menerapkan teknologi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) pada awal Februari yang berhasil menaikkan produksi sumur hingga 150 persen. Sementara itu, PEP Sangasanga Field sukses mengebor sumur pengembangan NKL-1183, dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mencatat hasil positif dari dua sumur di Lapangan Sejadi.

Keselamatan Kerja Jadi Fondasi Utama

Di balik pencapaian produksi, PHI juga mencatat kinerja keselamatan yang patut diperhitungkan: 73,1 juta jam kerja selamat, nihil kecelakaan (NoA), dan tingkat insiden tercatat (TRIR) sebesar 0,03. Muharram menegaskan tidak ada kepentingan operasional yang lebih penting daripada aspek HSSE.

"Lakukan tindakan preventif sebagai bagian dari upaya mencegah kegiatan operasi yang berpotensi membahayakan. Tidak ada kepentingan operasional yang begitu penting sehingga mengorbankan aspek HSSE," tegasnya.

Dengan produksi yang melampaui target di tengah tekanan decline rate nasional, PHI menunjukkan bahwa pengelolaan lapangan tua dengan inovasi dan disiplin keselamatan masih mampu berkontribusi signifikan bagi ketahanan energi nasional. Pencapaian ini menjadi modal penting dalam upaya pemerintah mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari pada dekade mendatang.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks