Pencarian

7 Kelompok Anak Meriahkan Lomba Ukulele Sirimau di Ambon, Angkat Tenun Ikat dan Kopi Tuni

Senin, 10 Agustus 2026 • 13:40:01 WIB
7 Kelompok Anak Meriahkan Lomba Ukulele Sirimau di Ambon, Angkat Tenun Ikat dan Kopi Tuni
Tujuh kelompok anak tampil memainkan ukulele dalam Lomba Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau di Taman Budaya Karpan, Ambon, Senin (10/8/2026).

AMBON — Sebanyak tujuh kelompok anak dan generasi muda unjuk kebolehan memainkan ukulele dalam Lomba Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026. Ajang yang digelar di Taman Budaya Karpan, Ambon, Senin (10/8/2026) ini tidak sekadar kompetisi musik, tetapi juga menjadi panggung promosi potensi lokal seperti tenun ikat Amboina dan kopi Tuni.

Camat Sirimau, M. Aulia Waliulu, S.STP., M.I.Kom., menyebut festival ini dirancang sebagai sarana mengembangkan potensi dan kreativitas anak-anak di Kota Ambon. Menurutnya, ukulele bukan hanya instrumen khas Maluku, melainkan alat untuk membangun kemampuan kognitif, afektif, dan motorik anak.

Belajar Musik, Menumbuhkan Karakter Anak

Aulia menegaskan bahwa proses belajar musik mengajarkan anak tentang kerja sama, kesabaran, dan kedisiplinan. Hal ini yang membuat pihaknya mendorong ukulele hadir di berbagai ruang publik di Kecamatan Sirimau.

“Ukulele harus terus dikembangkan. Kita mendorong ukulele hadir di mana-mana sebagai salah satu cara membangun bakat dan talenta, khususnya di Kecamatan Sirimau dan Kota Ambon pada umumnya,” ujarnya dalam sambutan.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya dan jati diri musik dalam kehidupan masyarakat Ambon, bukan hanya ajang seremonial tahunan.

Pameran UMKM: Tenun Ikat Amboina dan Kopi Tuni

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, festival kali ini turut menampilkan produk unggulan lokal. Pemerintah Kecamatan Sirimau melibatkan pengrajin tenun ikat Amboina dan petani kopi Tuni dalam pameran yang digelar bersamaan dengan lomba.

“Pada kegiatan ini kami melibatkan dan menampilkan tenun ikat Amboina dan kopi Tuni yang ada di depan kita,” kata Aulia.

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di Kota Ambon. Pengunjung tidak hanya menyaksikan permainan ukulele, tetapi juga dapat membeli produk kerajinan dan kuliner lokal.

Kolaborasi Lintas Instansi untuk Ekonomi Kreatif

Festival Ukulele Sirimau merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Sirimau, Tim Penggerak PKK Kota Ambon, dan Ambon Music Office. Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Ambon, PT PLN, serta Kementerian Hukum.

Aulia berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Kota Ambon semakin berkembang. Ia menutup sambutannya dengan semangat kebersamaan, “Om Santi Santi Om.”

Ke depan, festival ini diharapkan melahirkan generasi muda yang kreatif sekaligus bangga terhadap budaya dan musik daerah, sejalan dengan status Ambon sebagai kota musik dunia.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambontoday.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks