Ambon, Maluku — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku memperkuat program kesehatan di tingkat sekolah menengah atas (SMA) sebagai langkah strategis dalam membenahi sektor pendidikan. Kepala Disdikbud Maluku Sarlota Singerin menekankan bahwa tanggung jawab dinas tidak hanya meliputi sisi akademik, tetapi juga kesehatan dan pembentukan karakter siswa menjelang Hari Pendidikan Nasional.
Langkah konkret yang dilakukan Disdikbud adalah pembinaan terpadu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan ramah anak. Program ini akan diawali dengan temu kader UKS bersama kepala sekolah dan tim pembina sekolah di seluruh wilayah Maluku.
Menurut Singerin, pembinaan UKS terpadu bertujuan menciptakan generasi muda Maluku yang sehat, disiplin, serta bebas dari perundungan. Dalam pelaksanaannya, Disdikbud melibatkan sejumlah instansi terkait agar pelayanan terhadap peserta didik berjalan optimal. "Kami sangat berharap sekolah-sekolah di Maluku memiliki pembinaan UKS yang benar-benar terpadu. Program ini akan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga sektor perumahan," ujarnya.
Seluruh program tersebut merupakan bagian dari implementasi program "Anakku Hebat" yang dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan peserta didik. Pemerintah Provinsi Maluku juga berkoordinasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam program Sekolah Siaga Kependudukan, di mana setiap sekolah akan menyiapkan pojok kependudukan sebagai sarana edukasi bagi siswa.
Pojok kependudukan ini menjadi bagian dari upaya mendorong sekolah ramah anak, termasuk menekan kasus perundungan di lingkungan sekolah. Singerin menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara holistik.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku juga berkolaborasi dengan aparat kepolisian dalam pembinaan karakter siswa, dengan kegiatan direncanakan berlangsung pada 4 Mei 2026. Singerin menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian di sekolah bukan untuk menakut-nakuti siswa, melainkan memberikan edukasi tentang disiplin, wawasan kebangsaan, serta pembentukan karakter generasi muda.
"Pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk perilaku anak agar disiplin, menghargai aturan, menghormati orang yang lebih tua, menjauhi tindakan tidak terpuji seperti tawuran, dan menumbuhkan semangat kebangsaan sejak dini," ujarnya. Langkah strategis ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar anak di lingkungan sekolah, sekaligus memperkenalkan layanan dasar bagi siswa menuju generasi Maluku yang unggul dan berkualitas.