Ambon — Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 harus dipahami bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum strategis untuk mendorong pemerataan akses serta peningkatan mutu pendidikan di Maluku. Hal itu ditekankan Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun dalam wawancara akhir pekan lalu.
Watubun menekankan, pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan masa depan Maluku yang lebih sejahtera. "Selamat Hardiknas 2 Mei 2026. Peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan dasar terbentuknya peradaban yang maju," ujarnya.
Ia menggarisbawahi pentingnya memastikan setiap anak, baik yang tinggal di pulau terluar maupun di pusat kota, mendapatkan kesempatan sama mengenyam pendidikan layak. Pendidikan berkualitas, menurutnya, akan membuka peluang seluruh lapisan masyarakat Maluku bersaing menghadapi berbagai tantangan global.
Letak geografis Maluku sebagai daerah kepulauan hingga saat ini tetap menjadi tantangan utama dalam pemerataan layanan pendidikan. Watubun menyoroti masih terdapat berbagai permasalahan mendasar yang perlu diselesaikan serius dan bertahap.
Persoalan dimulai dari keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, penyebaran tenaga pendidik yang belum merata, hingga tingginya risiko anak putus sekolah di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kehadiran negara melalui kebijakan tepat sasaran agar manfaat pendidikan menjangkau wilayah-wilayah terpencil sekalipun.
Watubun menyampaikan penghargaan tertinggi kepada seluruh guru yang terus mengabdi meskipun berada dalam berbagai keterbatasan. "Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang melaksanakan tugasnya dalam berbagai keterbatasan, terutama di wilayah kepulauan," tegasnya.
Ia mengusulkan pengabdian dan dedikasi guru patut dihargai melalui kebijakan berpihak, antara lain meningkatkan kesejahteraan serta terus mengembangkan kompetensi dan keahlian mereka secara berkelanjutan.
Menatap perkembangan pendidikan ke depan, Watubun menyampaikan sejumlah harapan strategis yang perlu diwujudkan berkesinambungan. Pertama, mempercepat pembangunan dan pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. "Tidak boleh ada lagi anak di Maluku yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan sarana pendidikan," tegasnya tegas.
Kedua, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik melalui program pelatihan berkelanjutan, penempatan adil dan merata, serta kebijakan khusus bagi guru di wilayah terpencil. Ketiga, menyempurnakan kurikulum pendidikan agar sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan daerah spesifik.
Watubun mendorong sistem pendidikan Maluku menggabungkan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. "Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepribadian baik, mencintai budaya daerahnya, serta mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Maluku secara bijak," jelasnya.
Keempat, memperkuat kerja sama antar berbagai pihak dalam mendukung kemajuan pendidikan, melibatkan lembaga legislatif, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok pemuda.
Watubun menegaskan DPRD Provinsi Maluku berkomitmen mengawal penyusunan anggaran dan peraturan daerah yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan. "Pendidikan merupakan bentuk investasi jangka panjang. Komitmen kita dalam memajukan bidang ini harus tetap konsisten dan berkelanjutan, demi masa depan generasi penerus daerah kita," katanya.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan momen peringatan ini sebagai waktu merenungkan kembali sekaligus memperkuat semangat belajar dan membangun budaya pendidikan terbuka untuk semua. "Saya berharap Maluku dapat melahirkan generasi emas yang unggul dan berkemampuan tinggi, namun tetap tidak kehilangan jati diri dan identitas budaya daerahnya," harap Watubun.