NAMLEA — Aparat keamanan memperketat pengawasan di kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, menyusul temuan belasan warga negara asing (WNA) yang bekerja secara ilegal. Operasi besar-besaran ini melibatkan tim terpadu dari unsur TNI dan Pemerintah Provinsi Maluku guna menghentikan praktik penambangan liar yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Operasi yang digelar selama 18 hari tersebut menyisir titik-titik krusial di area pegunungan hingga lokasi pengolahan emas. Petugas fokus pada pengosongan lahan dari para penambang tanpa izin yang nekat membangun permukiman sementara di dalam kawasan hutan. Langkah tegas ini diambil untuk memutus rantai kerusakan ekosistem di Pulau Buru.
Dalam penyisiran tersebut, tim terpadu menemukan 16 WNA asal Cina yang tengah beraktivitas di area tambang tanpa dokumen resmi. Keberadaan mereka mengonfirmasi adanya keterlibatan pihak luar dalam eksploitasi sumber daya alam secara ilegal di Maluku. Seluruh WNA tersebut kini telah diserahkan ke pihak imigrasi untuk menjalani proses hukum dan deportasi.
Selain aktivitas penambangan, petugas juga mengungkap sisi gelap di sekitar basecamp para penambang. Ditemukan sejumlah tempat usaha ilegal, mulai dari kafe yang menjual minuman keras hingga praktik prostitusi terselubung. Temuan ini mengindikasikan bahwa kawasan Gunung Botak telah berkembang menjadi zona masalah sosial yang kompleks.
Pihak berwenang langsung melakukan pembongkaran terhadap bangunan-bangunan tidak berizin tersebut. Area yang selama ini dijadikan tempat tinggal sementara dan lokasi pengolahan emas kini berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan untuk memastikan tidak ada penambang yang kembali masuk.
Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, menegaskan komitmennya untuk membersihkan wilayah Maluku dari praktik penambangan ilegal. Menurutnya, operasi ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan upaya menjaga stabilitas keamanan dan kelestarian lingkungan daerah.
“Tidak ada tempat di Bumi Maluku bagi penambang liar,” tegas Dody Triwinarto dalam pernyataannya melalui media sosial resmi instansi.
Instruksi Pangdam tersebut menjadi dasar bagi tim di lapangan untuk bertindak tanpa kompromi, terutama terhadap aktor intelektual dan orang asing yang memanfaatkan celah pengawasan. TNI memastikan akan terus mengawal area sekitar Gunung Botak agar aktivitas ilegal serupa tidak muncul kembali setelah operasi berakhir.
Keberhasilan mengamankan 16 WNA di lokasi terpencil seperti Gunung Botak menjadi catatan serius bagi sistem pengawasan orang asing di Maluku. Lemahnya kontrol di pintu masuk dan wilayah pedalaman dinilai menjadi faktor utama masuknya pekerja ilegal ke sektor pertambangan rakyat.
Pemerintah Provinsi Maluku kini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperketat pendataan orang asing di seluruh kabupaten. Langkah ini dianggap mendesak guna mencegah pergerakan ilegal yang berpotensi memicu konflik sosial dan kerugian ekonomi bagi daerah.
Selain aspek keamanan, pemulihan lingkungan di Gunung Botak menjadi prioritas jangka panjang. Kerusakan akibat penggunaan zat kimia berbahaya dalam pengolahan emas memerlukan penanganan serius dari pemerintah pusat maupun daerah agar dampak buruknya tidak meluas ke permukiman warga di kaki gunung.