AMBON — Ratusan personel Brimob Maluku itu mendarat di Ambon pada Kamis (14/5/2026) setelah menyelesaikan misi pengamanan di salah satu kawasan tambang terbesar di dunia. Apel penerimaan digelar di Lapangan Mako Satbrimob Polda Maluku dengan dihadiri para pejabat utama dan jajaran perwira wilayah Ambon.
Suasana apel berlangsung khidmat. Setelah rangkaian upacara, kegiatan dilanjutkan dengan jabat tangan antara pimpinan dan seluruh personel. Momen itu menjadi simbol penghormatan dan rasa syukur atas pengabdian yang telah dijalani selama setengah tahun di tanah Papua.
Kombes Pol Irfan SP Marpaung dalam arahannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menilai seluruh personel Satgas Amole II berhasil menjalankan tugas pengamanan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
"Keberhasilan pelaksanaan tugas tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menunjukkan profesionalisme personel Brimob Maluku dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah penugasan," ungkapnya.
Sebagai bentuk penghargaan, para personel yang baru kembali dari Papua Tengah diberikan cuti. Waktu istirahat itu diharapkan bisa dimanfaatkan untuk berkumpul kembali dengan keluarga setelah berbulan-bulan bertugas jauh dari rumah.
"Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi seluruh personel selama bertugas. Tetap jaga semangat, disiplin dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas," kata Kombes Pol Irfan.
Penugasan di kawasan PT Freeport Indonesia merupakan salah satu misi pengamanan objek vital nasional yang rutin dijalankan Brimob dari berbagai daerah. Personel Brimob Maluku tergabung dalam Satgas Amole II untuk periode 2025-2026, yang bertugas menjaga stabilitas keamanan di sekitar area tambang dan permukiman pekerja.
Kembalinya 100 personel ini menandai selesainya satu siklus penugasan. Mereka akan kembali menjalani tugas normal di kesatuan masing-masing setelah masa cuti berakhir.