Bernyanyi dan Menari di Tepi Pantai Ngurbloat, Selebriti dan Anak-Anak Maluku Tampil Memukau dengan Pakaian Adat

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 20:32:17 WIB
Selebriti dan anak-anak Maluku tampil memukau dengan pakaian adat di tepi Pantai Ngurbloat.

MALUKU — Bukan sekadar hamparan pasir putih. Tepi Pantai Ngurbloat di Maluku baru-baru ini menjadi saksi kemeriahan yang memadukan budaya dan hiburan. Para selebriti dalam program "Tanah Air Beta" Trans TV berbaur dengan anak-anak warga setempat.

Mereka tak hanya mengenakan pakaian adat khas Maluku. Kegiatan berlanjut dengan sesi bernyanyi dan menari bersama yang penuh semangat.

Formasi Unik di Pinggir Ombak

Anak-anak dan para selebriti membentuk beberapa formasi saat berjoget di tepi pantai. Gerakan mereka spontan, mengikuti alunan musik pengiring.

"Tak hanya memakai pakaian adat saja, para selebriti beserta anak-anak warga setempat juga melakukan berbagai kegiatan seru lainnya seperti bernyanyi sambil menari dan membentuk formasi unik bersama-sama," demikian keterangan dari dokumentasi program Tanah Air Beta Trans TV yang diterima redaksi.

Momen Kebersamaan Lintas Generasi

Kegiatan di Pantai Ngurbloat menjadi ajang interaksi langsung antara figur publik dan generasi muda Maluku. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap gerakan tarian yang dicontohkan.

Suasana tepi pantai yang eksotis menambah semarak acara. Debur ombak menjadi latar alami pertunjukan dadakan tersebut.

Program Tanah Air Beta: Menyapa dari Timur

Acara ini bagian dari rangkaian program "Tanah Air Beta" yang disiarkan Trans TV. Program tersebut kerap mengangkat keindahan alam dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Maluku.

Pemilihan Pantai Ngurbloat yang terkenal dengan pasir putihnya yang lembut menjadi nilai tambah. Lokasi ini memang kerap menjadi destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Maluku Tenggara.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: 20.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top