Pemkot Ambon Luncurkan Modul Literasi Keuangan Pertama di Indonesia untuk 63 SMP dan MTs, Wajib Diterapkan Tahun Ajaran Baru

Penulis: Nurul Huda  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 11:30:02 WIB
Wali Kota Ambon resmi meluncurkan modul literasi keuangan pertama untuk 63 SMP dan MTs di kota tersebut.

AMBON — Pemerintah Kota Ambon bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku resmi meluncurkan Modul Ajar Literasi Keuangan untuk tingkat SMP dan MTs, Rabu (20/5/2026). Modul ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia untuk jenjang tersebut.

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan tidak ada tawar-menawar dalam penerapan modul ini. Seluruh sekolah negeri dan swasta di 63 institusi pendidikan menengah pertama di kota itu wajib mengintegrasikannya ke dalam mata pelajaran IPS.

Apa Isi Modul Literasi Keuangan untuk Pelajar SMP?

Materi dalam modul mencakup pengelolaan keuangan dasar, budaya menabung, hingga pemanfaatan layanan keuangan secara bijak. Penyusunannya melibatkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Ambon, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS.

"Kita harus bangga karena modul ajar literasi keuangan ini merupakan yang pertama di Indonesia untuk tingkat SMP dan MTs," kata Bodewin dalam sambutannya di acara peluncuran yang mengusung tema "Tunas Bangsa Bijak Mengelola Keuangan, Finansial Kuat Negara Berdaulat".

Kenapa Pemkot Ambon Mewajibkan Modul Ini?

Kebijakan ini merupakan bagian dari program TPAKD Kota Ambon yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak dini. Pemerintah ingin membentuk generasi muda yang cerdas secara finansial di tengah maraknya produk keuangan digital yang mudah diakses remaja.

Bodewin menyebut program menabung bagi pelajar sebenarnya sudah berjalan pada 2022 dan 2023, namun perlu diperkuat kembali. "Dari dulu bapak dan ibu guru mengajarkan rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Karena itu kita ingin anak-anak terbiasa menabung sejak dini," ujarnya.

SimPel: Tabungan Pelajar Wajib Diaktifkan Lagi

Selain penerapan modul, Pemkot Ambon mendorong seluruh siswa membuka rekening Simpanan Pelajar (SimPel) di perbankan yang menyediakan layanan tabungan pelajar. Langkah ini dinilai penting untuk membiasakan anak mengelola uang secara nyata, bukan sekadar teori di kelas.

Kepala OJK Provinsi Maluku yang turut hadir dalam acara tersebut menambahkan bahwa edukasi keuangan di tingkat SMP menjadi krusial karena anak-anak pada usia itu mulai memiliki uang saku dan kebutuhan konsumtif sendiri. Modul ini diharapkan menjadi bekal sebelum mereka masuk jenjang SMA.

Pemerintah Kota Ambon menargetkan seluruh 63 sekolah sudah mengimplementasikan modul tersebut pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027. Dinas Pendidikan akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala ke setiap sekolah.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: wartamaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top