4 Kabupaten dan 3 Kota di Maluku Malut Raih Penghargaan Kemendagri, Insentif Fiskal Rp 3 Miliar untuk Juara Pertama

Penulis: Mustofa Kamal  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 13:44:27 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan penghargaan pengendalian inflasi kepada Kabupaten Sumba Timur di Lombok, NTB.

TERNATE — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyerahkan langsung penghargaan kategori Pengendalian Inflasi kepada Kabupaten Sumba Timur sebagai terbaik I, disusul Kabupaten Bima dan Kabupaten Maluku Tenggara. Untuk tingkat kota, Kota Tual keluar sebagai pemenang, sementara tingkat provinsi diraih Nusa Tenggara Timur.

Acara penganugerahan berlangsung di Ballroom Merumatta Senggigi, Lombok, NTB, Selasa (19/5). Para gubernur se-Maluku dan Nusa Tenggara hadir, termasuk Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Maluku Utara Dominasi Dua Kategori Sekaligus

Provinsi Maluku Utara mencatat prestasi ganda. Daerah ini menjadi terbaik I tingkat provinsi untuk kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, sekaligus kategori Penurunan Tingkat Pengangguran. Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menko Polkam Djamari Chaniago.

Untuk kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting di tingkat kabupaten, Kabupaten Pulau Morotai meraih terbaik I, disusul Halmahera Utara dan Halmahera Tengah. Kota Ternate menjadi yang terbaik di tingkat kota. Sementara kategori Penurunan Tingkat Pengangguran tingkat kabupaten dimenangi Kabupaten Lembata, disusul Alor dan Sikka, dengan Kota Tidore Kepulauan sebagai terbaik di tingkat kota.

Insentif Fiskal: Rp 3 Miliar untuk Juara, Rp 1 Miliar untuk Juara Ketiga

Kemendagri mengalokasikan insentif fiskal signifikan bagi para pemenang. Juara terbaik I menerima Rp 3 miliar, terbaik II Rp 2 miliar, dan terbaik III Rp 1 miliar. Tito Karnavian menyebut total anggaran insentif fiskal daerah tahun ini mencapai Rp 1 triliun.

"Inovasi mereka lebih banyak, karena uangnya ada. Demikian juga [tingkat] kota, kalau dipertandingkan antar-kota, Kota Surabaya misalnya, kota-kota yang besar, Medan, mereka bahkan akan merajai," jelas Tito dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026). Karena itu, kompetisi dilakukan berbasis regional agar daerah dengan kapasitas fiskal terbatas punya kesempatan setara.

Kategori Creative Financing: Lombok Barat Juara, Halmahera Selatan di Peringkat Ketiga

Untuk kategori Creative Financing, Kabupaten Lombok Barat menjadi terbaik I, disusul Lombok Timur dan Halmahera Selatan. Kota Mataram unggul di tingkat kota, sementara Provinsi NTB menjadi yang terbaik di tingkat provinsi. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda.

Tito mengibaratkan skema penghargaan ini sebagai penerapan konsep "carrot and stick" dalam tata kelola pemerintahan. Selain evaluasi dan pengawasan, Pemda juga diberikan apresiasi yang berdampak langsung pada peningkatan kas daerah. Kategori penilaian dipilih yang datanya sudah pasti dan mudah diakses, seperti data pengangguran dari BPS.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: bangkaterkini.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top