AMBON — Tim SAR gabungan dari Pos SAR Tual berhasil mengevakuasi dua nelayan yang dilaporkan hilang kontak setelah kapal longboat mereka alami kerusakan mesin di perairan Pulau Baer, Kabupaten Maluku Tenggara. Kedua korban ditemukan dalam keadaan selamat pada Minggu (26/5) sekitar pukul 09.45 WIT.
Korban diketahui pergi melaut sejak 23 Mei 2026 dan berencana kembali ke Kota Tual pada hari yang sama saat insiden terjadi. Namun, motor tempel yang mereka gunakan tiba-tiba rusak di tengah perjalanan pulang, membuat keduanya terombang-ambing tanpa daya.
Informasi pertama diterima Pos SAR Tual dari seorang warga bernama R. Arjan pada pukul 08.40 WIT. "Dia melaporkan ada dua orang nelayan meminta bantuan SAR akibat motor tempel yang mereka gunakan mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di sekitar perairan Pulau Baer," ujar Koordinator Pos SAR Tual, Masly Roger Ulath.
Tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 09.00 WIT. Hanya dalam waktu 45 menit, kedua nelayan berhasil ditemukan di sekitar Pulau Baer dan langsung dievakuasi menuju Desa Nam, Kota Tual. Keduanya diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat tanpa luka berarti.
"Setelah dilaporkan dan dilaksanakan operasi SAR, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga," tambah Ulath.
Insiden ini kembali menyoroti risiko tinggi yang dihadapi nelayan tradisional, terutama yang berusia lanjut, saat melaut menggunakan peralatan sederhana. Lanoho Latarisa yang berusia 65 tahun dan Aan (43) merupakan nelayan harian yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan di perairan Maluku Tenggara.
Kepala Pos SAR Tual mengimbau para nelayan untuk selalu memeriksa kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum berlayar. Ia juga meminta masyarakat untuk segera melapor jika melihat kondisi membahayakan di laut agar tim SAR dapat bergerak cepat melakukan pertolongan.