MALUKU — Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, Hery Gunardi dan jajaran direksi membahas strategi percepatan penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk kepemilikan rumah. “Hari ini saya kedatangan tamu, Pak Menteri PKP, kami berdiskusi tentang gimana caranya untuk menyalurkan pembiayaan perumahan bersubsidi dan juga KUR kepemilikan perumahan. Alhamdulillah BRI bisa mendukung program ini dengan baik,” ujar Hery dalam konferensi pers seusai pertemuan.
BRI tidak hanya menjadi penyalur kredit, tetapi juga menggerakkan rantai ekonomi dari hulu ke hilir. Sektor konstruksi dan UMKM yang terlibat dalam produksi rumah subsidi ikut menikmati dampak dari aliran dana ini.
Menteri Maruarar Sirait menegaskan bahwa peran perbankan sangat vital dalam menggerakkan roda ekonomi melalui sektor konstruksi dan UMKM. Kunjungan kerjanya ke Kantor Pusat BRI bertujuan mengevaluasi sekaligus mengakselerasi program KPP. “Sinergi ini digadang-gadang dapat menjawab tantangan backlog perumahan yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat,” kata pria yang akrab disapa Ara itu.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memang menargetkan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. BRI, dengan jaringan hingga ke pelosok, dinilai menjadi ujung tombak realisasi target tersebut.
Hery Gunardi menyatakan komitmen penuh untuk mengawal kebijakan ini melalui kecepatan eksekusi di lapangan. Bank dengan kode saham BBRI ini tidak hanya mengandalkan pencairan dana, tetapi juga memastikan proses pembangunan rumah subsidi berjalan sesuai jadwal.
Dengan pangsa pasar 54 persen, BRI memegang kendali atas lebih dari separuh pembiayaan rumah bersubsidi di Indonesia. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi bank plat merah sebagai motor utama program perumahan rakyat.
Ke depan, BRI akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian PKP dan para pengembang. Targetnya, tidak hanya mengejar volume penyaluran, tetapi juga memastikan kualitas hunian yang dibiayai benar-benar layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.