AMBON — Politeknik Negeri Ambon (Polnam) memulai pembangunan Gedung Kuliah Terpadu (GKT) modern yang ditargetkan menjadi pusat pembelajaran berbasis teknologi di Maluku. Proyek ini menjadi salah satu warisan yang akan dilanjutkan oleh Direktur Polnam yang baru, Marceau Haurissa, dari kepemimpinan sebelumnya. Langkah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan fasilitas perkuliahan yang representatif bagi ribuan mahasiswa di ibu kota provinsi tersebut.
Pembangunan GKT modern ini merupakan kelanjutan dari program pengembangan infrastruktur kampus yang sudah dirintis oleh pimpinan Polnam sebelumnya. Marceau Haurissa, yang kini memegang tampuk kepemimpinan, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan estafet pembangunan tersebut.
"Ini adalah amanah yang harus kami jaga dan teruskan. GKT ini bukan sekadar gedung, tapi simbol transformasi Polnam menuju politeknik yang unggul," ujar Marceau dalam sambutannya saat peletakan batu pertama, beberapa waktu lalu.
Gedung Kuliah Terpadu ini direncanakan memiliki beberapa ruang kelas modern, laboratorium terintegrasi, dan ruang dosen yang lebih representatif. Proyek ini dibiayai melalui anggaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Dengan hadirnya GKT modern, mahasiswa Polnam akan mendapatkan ruang belajar yang lebih nyaman dan mendukung proses perkuliahan. Selama ini, sebagian perkuliahan masih menggunakan gedung lama yang kapasitasnya terbatas.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polnam, Rizky Latuconsina, menyambut positif pembangunan ini. "Kami berharap gedung baru bisa segera digunakan. Ini sangat membantu kami yang sering berebut ruang kelas," katanya.
Pembangunan GKT modern ini merupakan bagian dari rencana strategis Polnam untuk meningkatkan akreditasi dan daya saing lulusan. Marceau Haurissa menegaskan bahwa pihaknya akan fokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia selain infrastruktur.
"Kami tidak hanya membangun beton, tapi juga membangun karakter dan kompetensi mahasiswa agar siap bersaing di dunia kerja," tambahnya.
Proses pembangunan saat ini masih dalam tahap awal pengerjaan pondasi. Pihak kontraktor menargetkan struktur bangunan selesai pada akhir tahun ini. Rencananya, gedung akan mulai digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Pemantauan dan evaluasi akan dilakukan secara berkala oleh tim teknis dari Polnam untuk memastikan pembangunan sesuai jadwal dan spesifikasi yang ditetapkan.