MALUKU — Kemenangan krusial itu diraih berkat gol Trai Hume pada menit ke-24 dan gol bunuh diri Malo Gusto di awal babak kedua. Cole Palmer sempat memperkecil ketertinggalan bagi Chelsea pada menit ke-55, namun rapatnya pertahanan tuan rumah membuat skor bertahan hingga laga usai.
Statistik pertandingan menunjukkan agresivitas luar biasa Sunderland. Mereka melepaskan total 22 tembakan meski hanya menguasai bola 44 persen. Sebaliknya, Chelsea yang tampil dominan dalam penguasaan justru hanya mampu menciptakan delapan peluang sepanjang laga.
Stadium of Light musim ini benar-benar menjadi benteng yang sulit ditembus tim papan atas. Sebelum mengalahkan Chelsea, Sunderland sukses menahan imbang juara bertahan Arsenal 2-2, serta memaksa Manchester City dan Manchester United bermain tanpa gol.
Keputusan manajemen mendatangkan Granit Xhaka pada bursa transfer musim panas 2025 terbukti menjadi langkah jenius. Mantan kapten Arsenal yang membawa Bayer Leverkusen juara Bundesliga itu langsung dipercaya memimpin tim di lapangan.
Gelandang asal Swiss ini membawa mentalitas juara dan energi tinggi yang memotivasi seluruh skuad. Kehadirannya di lini tengah memberikan keseimbangan dan pengalaman yang sangat dibutuhkan tim promosi seperti Sunderland.
Pencapaian Sunderland musim ini kontras dengan nasib dua tim promosi lainnya. Burnley harus kembali terlempar ke Championship, sementara tim promosi lain hanya bertahan di papan tengah. Sunderland yang masuk Premier League melalui jalur play-off justru finis di papan atas klasemen.
Pelatih Regis Le Bris mengaku momen ini terasa tidak nyata jika melihat perjuangan tim musim lalu. Ia menekankan pentingnya segera melakukan evaluasi agar tim tetap kompetitif di musim mendatang, terutama dengan padatnya jadwal Liga Europa.
Fokus manajemen kini beralih ke bursa transfer untuk memperkuat kedalaman skuad. Kompetisi Eropa musim depan dipastikan akan menambah jadwal pertandingan yang lebih padat bagi The Black Cats.