AMBON — Akses pelaku usaha kecil terhadap pembiayaan produktif di Maluku terus menguat. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp305,92 miliar hingga April 2026.
Jumlah debitur yang tercatat mencapai 6.006 orang. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Anang Rohmawan menyebut capaian ini menunjukkan peran APBN dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha skala kecil di Maluku.
"Capaian ini menunjukkan peran APBN dalam memperluas akses pembiayaan produktif bagi masyarakat dan pelaku usaha skala kecil di Maluku," ujar Anang di Ambon, Selasa (26/5).
Realisasi KUR tumbuh 21,75 persen secara tahunan. Angka ini mencerminkan meningkatnya akses pelaku usaha terhadap pembiayaan produktif di daerah.
Selain KUR, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) juga mencatat pertumbuhan signifikan. Hingga April 2026, realisasinya mencapai Rp13,56 miliar atau meningkat 56,42 persen secara tahunan dengan jumlah debitur sebanyak 2.271 orang.
Anang menjelaskan bahwa KUR dan UMi merupakan instrumen APBN yang diarahkan untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kinerja perekonomian Maluku pada kuartal I 2026 juga menunjukkan hasil positif. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,16 persen secara tahunan, ditopang konsumsi rumah tangga dan sejumlah sektor unggulan.
Beberapa lapangan usaha masih menjadi penopang utama pergerakan ekonomi Maluku, antara lain sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, penyediaan akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, serta real estat.
Di sektor perdagangan luar negeri, kinerja ekspor Maluku hingga April 2026 mencapai 18,77 juta dolar AS. Ekspor didominasi komoditas nonmigas, terutama produk perikanan.
Anang mengatakan pertumbuhan ekspor ini didorong meningkatnya volume ekspor produk perikanan. Salah satunya fasilitasi ekspor langsung produk perikanan dari Tual ke Hong Kong pada akhir April 2026.
"Hal ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hilirisasi, konektivitas perdagangan, dan daya saing produk unggulan Maluku," ujar dia.