TUAL — Komitmen Pemerintah Kota Tual untuk menekan angka rujukan pasien ke luar daerah mulai terwujud. Proyek pembangunan RSUD Maren H. Noho Renuat yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) memasuki tahap konstruksi dengan target rampung dalam 296 hari kalender.
Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp 167,08 miliar, turun dari alokasi awal yang dijanjikan Kementerian Kesehatan sebesar Rp 190 miliar. Meski ada selisih anggaran, proyek rumah sakit tiga lantai ini tetap berjalan dengan konsep design and build agar perencanaan dan konstruksi terintegrasi penuh.
RSUD Maren dirancang untuk menjadi pusat rujukan di wilayah Maluku Tenggara. Selain radiologi dan ruang operasi, rumah sakit ini akan memiliki Cathlab untuk tindakan jantung, Hemodialisa untuk cuci darah, serta Kemoterapi bagi pasien kanker.
Fasilitas patologi anatomi dan CT Scan juga masuk dalam paket pekerjaan. Selama ini, pasien dari Tual dan sekitarnya harus dirujuk ke Ambon atau bahkan Makassar untuk mendapatkan layanan tersebut. Kehadiran RSUD ini diharapkan memangkas biaya transportasi dan waktu tunggu pasien.
Rumah sakit berdiri di atas lahan seluas lebih dari 10 hektare di Kecamatan Dullah Utara. Area publik dirancang terbuka dan mudah diakses, sementara zona privat seperti ruang operasi, ruang intensif, dan ruang isolasi ditempatkan terpisah untuk menjaga privasi pasien dan tenaga kesehatan.
Sistem sirkulasi udara, pencahayaan alami, hingga pengelolaan limbah telah diperhitungkan sejak tahap perancangan. Penataan ruang terbuka hijau juga menjadi perhatian agar lingkungan rumah sakit tidak terkesan sumpek dan mendukung proses penyembuhan pasien.
Wali Kota A. Yani Renuat diketahui telah melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pada 18 Februari 2025, jauh sebelum dirinya resmi dilantik. Pertemuan itu membahas kelanjutan pembangunan RS Maren yang sempat tertunda.
Hasilnya, Kemenkes berkomitmen mengalokasikan Rp 190 miliar, meski yang terealisasi dalam kontrak sebesar Rp 167,08 miliar. Meski begitu, proyek tetap berjalan dan menjadi salah satu pencapaian infrastruktur kesehatan terbesar di Kota Tual dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan waktu pelaksanaan 296 hari kalender, proyek ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2026, tergantung kondisi cuaca dan kelancaran pasokan material ke Kepulauan Kei. Setelah konstruksi rampung, masih ada proses pengadaan alat kesehatan dan sertifikasi SDM sebelum rumah sakit bisa melayani pasien secara penuh.