KAIRATU — Tim Penyelam Basarnas menemukan jasad Dedi Suneth sekitar pukul 17.40 WIT setelah perahunya dilaporkan mengapung kosong sejak pagi hari. Komandan Tim (Dantim) Operasi SAR, Marlon Salawane, mengatakan korban diduga kuat terjatuh ke laut akibat penyakit epilepsi yang mendadak kambuh saat sedang mencari ikan.
Keberadaan korban baru dicurigai warga sekitar pukul 07.00 WIT. Saat itu, perahu milik Dedi ditemukan mengambang tanpa pengemudi di sekitar lokasi ia biasa melaut. Insiden nahas ini diperkirakan terjadi lebih awal, yakni sekitar pukul 05.00 WIT.
Tidak ada warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Informasi dari pihak keluarga menyebutkan, Dedi memiliki riwayat epilepsi yang diduga kambuh saat ia berada di atas perahu.
Tim SAR Gabungan yang tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIT langsung berkoordinasi dengan keluarga dan menurunkan dua personel penyelam Basarnas Ambon. Penyisiran bawah air difokuskan di area sekitar ditemukannya perahu kosong tersebut.
“Korban berhasil ditemukan oleh Tim Penyelam Basarnas sekitar pukul 17.40 WIT pada kedalaman 20 meter dan berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi kejadian,” kata Salawane dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke permukaan dan dibawa ke Dusun Leamahu. Proses penyerahan resmi kepada pihak keluarga untuk pemakaman dilakukan sekitar pukul 18.30 WIT.
Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan Basarnas, Polsek Kairatu, Polair Polres SBB, BPBD SBB, Baznas, serta masyarakat setempat. Sarana pendukung seperti truk personel, perahu karet, peralatan selam, dan perahu panjang milik warga turut dikerahkan selama proses evakuasi.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. “Seluruh personel yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” ungkap Marlon.