Nelayan Kairatu Ditemukan Meninggal di Kedalaman 20 Meter, Diduga Kuat Epilepsi Kambuh Saat Melaut

Penulis: Luqman Arif  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:48:01 WIB
Tim penyelam Basarnas menemukan jasad nelayan Dedi Suneth di kedalaman 20 meter, sekitar 50 meter dari lokasi perahunya mengapung kosong.

KAIRATU — Tim Penyelam Basarnas menemukan jasad Dedi Suneth sekitar pukul 17.40 WIT setelah perahunya dilaporkan mengapung kosong sejak pagi hari. Komandan Tim (Dantim) Operasi SAR, Marlon Salawane, mengatakan korban diduga kuat terjatuh ke laut akibat penyakit epilepsi yang mendadak kambuh saat sedang mencari ikan.

Perahu Kosong Mengapung Jadi Titik Awal Pencarian

Keberadaan korban baru dicurigai warga sekitar pukul 07.00 WIT. Saat itu, perahu milik Dedi ditemukan mengambang tanpa pengemudi di sekitar lokasi ia biasa melaut. Insiden nahas ini diperkirakan terjadi lebih awal, yakni sekitar pukul 05.00 WIT.

Tidak ada warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Informasi dari pihak keluarga menyebutkan, Dedi memiliki riwayat epilepsi yang diduga kambuh saat ia berada di atas perahu.

Penyelaman ke Kedalaman 20 Meter dan Proses Evakuasi

Tim SAR Gabungan yang tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIT langsung berkoordinasi dengan keluarga dan menurunkan dua personel penyelam Basarnas Ambon. Penyisiran bawah air difokuskan di area sekitar ditemukannya perahu kosong tersebut.

“Korban berhasil ditemukan oleh Tim Penyelam Basarnas sekitar pukul 17.40 WIT pada kedalaman 20 meter dan berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi kejadian,” kata Salawane dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke permukaan dan dibawa ke Dusun Leamahu. Proses penyerahan resmi kepada pihak keluarga untuk pemakaman dilakukan sekitar pukul 18.30 WIT.

Unsur SAR Gabungan Dikerahkan untuk Pencarian

Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan Basarnas, Polsek Kairatu, Polair Polres SBB, BPBD SBB, Baznas, serta masyarakat setempat. Sarana pendukung seperti truk personel, perahu karet, peralatan selam, dan perahu panjang milik warga turut dikerahkan selama proses evakuasi.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. “Seluruh personel yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” ungkap Marlon.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: ambonkita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top