Nelayan Kairatu Ditemukan Tewas di Dasar Laut Sedalam 20 Meter Setelah 13 Jam Hilang saat Melaut

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:55:01 WIB
Nelayan asal Dusun Leamahu, Dedi Suneth (46), ditemukan tewas di dasar laut sedalam 20 meter setelah dilaporkan hilang selama 13 jam saat melaut.

KAIRATU — Dedi Suneth (46), nelayan asal Dusun Leamahu, Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, ditemukan tewas setelah dilaporkan hilang saat melaut selama kurang lebih 13 jam. Korban ditemukan di dasar laut dengan kedalaman sekitar 20 meter, sekitar 50 meter dari titik awal diduga korban terjatuh ke laut.

Dantim Ops SAR Kabupaten SBB Marlon Salawane mengatakan, pencarian dilakukan setelah pihak keluarga melaporkan korban yang tidak kunjung kembali dari melaut. "Jasadnya kemudian dievakuasi Tim SAR dibantu warga kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujar Marlon.

Berangkat Melaut Saat Cuaca Buruk

Dedi diketahui berangkat mencari ikan di sekitar perairan Dusun Leamahu pada Selasa sekitar pukul 05.00 WIT. Aktivitas melaut tersebut berlangsung saat kondisi cuaca di wilayah perairan setempat sedang tidak bersahabat.

Cuaca buruk diduga menjadi faktor yang meningkatkan risiko bagi korban selama berada di laut. Setelah beberapa waktu tidak diketahui keberadaannya, keluarga mulai melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini kepada Basarnas untuk mendapatkan bantuan pertolongan.

Proses Evakuasi Jasad Korban

Tim SAR gabungan bersama warga setempat langsung bergerak melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Upaya pencarian membuahkan hasil ketika jasad Dedi ditemukan berada di dasar laut pada kedalaman sekitar 20 meter.

Jarak penemuan jasad sekitar 50 meter dari titik yang diduga menjadi lokasi awal korban terjatuh ke laut. Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Imbauan Keselamatan bagi Nelayan

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi nelayan di wilayah pesisir Maluku untuk selalu mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berangkat melaut. Cuaca buruk yang kerap datang tiba-tiba di perairan Maluku menjadi ancaman serius bagi keselamatan nelayan yang menggunakan perahu kecil.

Masyarakat pesisir diharapkan lebih waspada dan memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebelum memutuskan melaut, terutama saat memasuki musim angin timur yang kerap disertai gelombang tinggi di perairan Maluku.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top