BPPSDM-KP Resmikan Simulator Navigasi Kapal di Ambon, Targetkan Perkuat Kompetensi Awak Kapal Perikanan Indonesia Timur

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:43:02 WIB
BPPSDM-KP meresmikan Bridge and Engine Simulator di BPPP Ambon untuk meningkatkan kompetensi awak kapal perikanan Indonesia Timur.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM-KP) resmi mengoperasikan Bridge and Engine Simulator di Balai Pelatihan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon, Maluku, Jumat. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan keselamatan awak kapal perikanan di kawasan Indonesia Timur.

AMBON — BPPSDM-KP memanfaatkan teknologi Bridge and Engine Simulator untuk menjawab tingginya risiko pekerjaan awak kapal perikanan. Kepala BPPSDM-KP I Nyoman Radiarta menegaskan bahwa keselamatan pelaut tidak hanya ditentukan oleh kelaikan kapal, tetapi juga kompetensi, disiplin, dan kecakapan kru dalam mengoperasikan kapal.

"Keberadaan Bridge and Engine Simulator di BPPP Ambon menjadi sangat strategis," kata Radiarta saat peluncuran dan peresmian fasilitas tersebut di Ambon.

Simulasi Mendekati Kondisi Nyata di Laut

Melalui simulator ini, peserta pelatihan dapat melakukan praktik navigasi, olah gerak kapal, pengoperasian mesin, hingga penggunaan instrumen kapal. Latihan dilakukan dalam kondisi yang mendekati situasi sebenarnya di laut, sehingga kesiapan mental dan teknis awak kapal lebih teruji sebelum terjun langsung ke lapangan.

Radiarta menekankan bahwa penguatan fasilitas tidak boleh berhenti pada pembangunan sarana dan prasarana. BPPP Ambon diminta memastikan simulator tersebut dimanfaatkan secara optimal dan tidak sekadar menjadi aset.

"Jangan sampai fasilitas yang telah kita bangun hanya menjadi aset. Fasilitas ini harus menjadi investasi SDM yang menghasilkan kompetensi," ujarnya.

Dukungan terhadap Ratifikasi STCW-F 1995

Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia yang telah meratifikasi STCW-F 1995 melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2019. Regulasi tersebut mengatur standar pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi awak kapal perikanan yang wajib dipenuhi.

Ke depan, BPPP Ambon diharapkan semakin kuat menjadi pusat pengembangan kompetensi awak kapal perikanan di Indonesia Timur. Lembaga ini juga didorong untuk mendukung pendidikan dan sertifikasi keahlian Ahli Nautika Kapal Perikanan (Ankapin) serta Ahli Teknika Kapal Penangkap Ikan (Atkapin).

Membuka Ruang Kolaborasi Lembaga Pendidikan

Radiarta menyebut keberadaan fasilitas ini membuka peluang BPPP Ambon untuk memperluas jejaring dengan berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan di Indonesia Timur. Dengan begitu, akses peningkatan kapasitas SDM kelautan dan perikanan tidak hanya terpusat di Ambon.

"Kita ingin menghasilkan awak kapal perikanan yang bukan hanya memiliki sertifikat, tetapi benar-benar kompeten, profesional, memiliki budaya keselamatan yang kuat, dan berdaya saing," kata Radiarta.

Penguatan SDM ini dinilai sejalan dengan kebutuhan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia Timur, yang membutuhkan tenaga kerja kompeten untuk mendukung pengelolaan sumber daya laut serta aktivitas ekonomi berbasis kelautan. Radiarta berharap seluruh fasilitas yang dibangun mampu meningkatkan kompetensi SDM dan memperkuat daya saing sektor kelautan dan perikanan di kawasan tersebut.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top