MALUKU — Memilih TV baru di tahun 2026 terasa lebih rumit dari sebelumnya. Teknologi Mini-LED yang dulu cuma ada di TV premium kini turun ke kelas menengah, sementara panel OLED mulai tergeser oleh pendekatan baru seperti RGB LED dari Sony. Saya menghabiskan lebih dari satu dekade menguji TV untuk mencari tahu mana yang benar-benar layak dibeli, dan artikel ini merangkum tiga rekomendasi terbaik di tiga titik harga berbeda.
Untuk anggaran Rp 8 jutaan, Hisense U6SF Pro adalah jawaban paling masuk akal. TV ini memakai Mini-LED backlighting dengan puncak kecerahan antara 1.200 sampai 1.400 nits tergantung konten dan mode gambar — angka yang tahun lalu hanya bisa Anda dapatkan di TV dua kali lipat harganya.
Kelebihan lain yang jarang ada di kelas harga ini: dua dari empat port HDMI-nya mendukung HDMI 2.1, lengkap dengan dukungan 4K gaming di 120Hz dan hingga 144Hz dengan VRR. Buat pemilik PS5 atau Xbox Series X, ini perbedaan besar dibanding TV entry-level yang biasanya mentok di 60Hz.
Yang perlu Anda sadari: di harga ini, Anda harus puas dengan ukuran 55 inci. Kalau butuh layar lebih besar, siap-siap merogoh kocek lebih dalam ke varian yang lebih mahal.
Naik ke kelas Rp 16 jutaan, pilihan saya jatuh pada TCL QM7L. TV ini memakai teknologi Super Quantum Dot (SQD) terbaru dari TCL yang meningkatkan rentang warna pada panel Mini-LED — dan menurut hasil pengujian lab, volume warnanya hampir menyamai TCL QM8L yang harganya jauh lebih mahal.
Yang membuat QM7L menarik bukan cuma kecerahannya yang tinggi, tapi konsistensi warnanya di berbagai tingkat kecerahan. Teknologi SQD membuat warna tidak "mencuci" saat layar menampilkan adegan terang, masalah yang sering muncul di TV LED konvensional. Kami memberikan rating 4,5 dari 5 bintang untuk TV ini, dengan catatan khusus untuk reproduksi warna dan fitur yang lengkap.
Kalau Anda mencari TV dengan kualitas gambar terbaik di kelas menengah tanpa harus naik ke kelas flagship, QM7L adalah pilihan paling value-forward tahun ini.
Di kelas Rp 30 jutaan, pilihan terbaik bukanlah TV OLED — melainkan Sony Bravia 7 II dengan teknologi True RGB. Sony menggunakan RGB LED backlighting, pendekatan berbeda dari Mini-LED konvensional yang memungkinkan kontrol warna lebih presisi di setiap zona pencahayaan.
Teknologi ini biasanya hanya ada di TV flagship seperti Bravia 9 II yang harganya tembus USD 3.000. Bravia 7 II membawa teknologi yang sama dengan harga lebih masuk akal, dan meski tidak seterang kakaknya, rentang warna serta fitur yang ditawarkan hampir setara.
Saya akui, sempat tergoda merekomendasikan LG C6 OLED di harga yang sama. Tapi untuk mayoritas pembeli, TV OLED masih punya kelemahan di ruangan terang — dan Bravia 7 II dengan kecerahan tingginya adalah pilihan yang lebih aman untuk berbagai kondisi pencahayaan.
Ketiga TV ini melayani kebutuhan berbeda. Hisense U6SF Pro cocok untuk yang baru pertama kali upgrade ke TV 4K dengan fitur gaming lengkap. TCL QM7L adalah pilihan tepat untuk pecinta film yang menginginkan kualitas gambar mendekati flagship tanpa membayar harga flagship. Sony Bravia 7 II untuk mereka yang mengutamakan akurasi warna dan kecerahan, terutama di ruangan yang terang.
Satu hal yang perlu diingat: harga di atas adalah harga internasional. Untuk pasar Indonesia, harga resmi bisa berbeda tergantung distributor dan pajak impor. Pastikan Anda membandingkan harga dari beberapa toko sebelum memutuskan.