KOTA TUAL — Kesadaran warga untuk menyelamatkan ekosistem laut di Desa Tam, Kecamatan Tayando Tam, Kota Tual, Maluku, bukan muncul belakangan. Sejak 1990, mereka sudah bersepakat menjaga terumbu karang yang menjadi rumah bagi biota laut dan penopang utama kehidupan nelayan.
Keputusan itu diambil setelah aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak maupun racun dari nelayan luar wilayah desa semakin masif. Akibatnya, sejumlah spot yang dulu dikenal sebagai habitat ikan tertentu mulai kehilangan biota lautnya.
Sekretaris Badan Saniri Ohoi (BSO) Desa Tam, Rudi Elwaan, mengatakan kerusakan ekosistem laut berdampak langsung pada hasil tangkapan masyarakat. Beberapa lokasi yang sebelumnya menjadi andalan kini nihil ikan.
“Di beberapa spot yang biasanya ada ikan jenis tertentu, kini sudah nihil akibat maraknya penggunaan racun dan bom ikan,” ujar Rudi, Kamis (20/8/2026).
Penggunaan akar tuba dan bom ikan tidak hanya mematikan ikan dewasa, tetapi juga merusak terumbu karang yang menjadi tempat berkembang biak. Kerusakan ini membuat populasi ikan sulit pulih dalam waktu cepat.
Alih-alih menunggu intervensi pemerintah, warga Desa Tam memilih bergerak lebih dulu. Mereka membentuk kesepakatan bersama untuk melakukan patroli laut di perairan desa secara rutin.
“Kami bersepakat untuk melakukan patroli laut di perairan wilayah Desa Tam dengan tujuan merehabilitasi terumbu karang yang menjadi rumah bagi biota laut,” kata Rudi.
Langkah ini menjadi contoh nyata pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat adat di Maluku. Warga tidak hanya menjaga, tetapi juga berupaya memulihkan ekosistem yang sempat rusak.
Terumbu karang yang sehat berfungsi sebagai habitat alami bagi berbagai jenis ikan ekonomis penting. Tanpa karang yang baik, rantai makanan di laut terganggu dan nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari hasil laut menjadi pihak paling dirugikan.
Upaya konservasi yang dilakukan warga Desa Tam menjadi penyeimbang atas praktik penangkapan ikan destruktif yang selama ini mengancam keberlanjutan ekosistem di perairan Kota Tual.