Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Arien Maspaitella (25), nelayan asal Desa Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, yang hilang terseret ombak. Operasi SAR yang berlangsung selama tujuh hari itu dihentikan setelah tim gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sekitar perairan Desa Rutong.
AMBON — Tim SAR gabungan menghentikan pencarian Arien Maspaitella (25), warga Desa Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, yang hilang terseret gelombang tinggi saat melaut. Operasi pencarian yang berlangsung sejak 17 Agustus itu resmi ditutup setelah tujuh hari tidak membuahkan hasil.
Dantim Operasi SAR Renhard Lopies mengatakan, pada hari ketujuh pencarian, empat Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan sejak pukul 08.00 WIT untuk memaksimalkan upaya penyisiran. Pencarian dilakukan melalui udara, permukaan air, bawah air, hingga pesisir pantai.
"Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud Polda Maluku, Polsek Leitimur Selatan, Kodaeral IX, dan masyarakat setempat kembali melanjutkan Ops SAR hari ketujuh di sekitar Perairan Desa Rutong namun tidak membuahkan hasil," kata Renhard di Ambon, Minggu.
Korban dilaporkan hilang bersama dua rekannya saat hendak menjaring ikan di sekitar pesisir Perairan Desa Hutumuri, Kota Ambon, pada 17 Agustus sekitar pukul 16.30 WIT. Ketiganya dihantam gelombang tinggi sekitar pukul 19.00 WIT saat tengah menjaring ikan.
Dalam insiden tersebut, Arien terseret ombak dan hilang, sementara dua rekannya berhasil selamat. Pencarian mandiri oleh masyarakat setempat dilakukan lebih dulu sebelum akhirnya dilanjutkan oleh tim SAR gabungan selama sepekan terakhir.
Keputusan penghentian operasi SAR diambil setelah koordinasi bersama keluarga korban dan seluruh unsur SAR gabungan. Meski pencarian resmi dihentikan, Basarnas Ambon memastikan akan tetap melakukan pemantauan di lokasi kejadian.
"Apabila ke depan ditemukan tanda-tanda pasti keberadaan korban maka Ops SAR akan dibuka kembali," ujarnya.
Basarnas Ambon menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, termasuk Polairud Polda Maluku, Kodaeral IX, dan masyarakat Negeri Rutong atas pelaksanaan operasi pencarian selama tujuh hari. Seluruh personel yang terlibat kini telah dikembalikan ke satuannya masing-masing.