Anggota DPRD Maluku Ary Sahertian Dorong Ekonomi Negeri Adat Masuk Strategi Pembangunan Daerah

Penulis: Nurul Huda  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:58:01 WIB
Anggota DPRD Maluku Ary Sahertian mendorong pengembangan potensi negeri adat masuk dalam strategi pembangunan daerah.

AMBON — Ary Sahertian menilai pendekatan pembangunan yang seragam tidak akan efektif di Maluku. Menurutnya, hampir setiap negeri adat memiliki karakteristik dan kekuatan ekonomi yang berbeda, mulai dari sumber daya alam, kekayaan budaya, sektor pertanian, hingga perikanan.

“Karakteristik Maluku sebagai daerah kepulauan dengan keberadaan negeri-negeri adat menjadi modal penting yang perlu mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan,” tegasnya saat dihubungi dari Ambon, Senin (24/8/2026).

Potensi Berbeda di Setiap Negeri

Sahertian menjelaskan, tidak ada satu pun negeri yang identik. Ada yang memiliki keunggulan di sektor kelautan, ada pula yang kuat di bidang perkebunan atau pariwisata budaya. Karena itu, kebijakan pembangunan harus mampu memetakan potensi tersebut secara spesifik.

“Ini sebuah kepulauan. Di beberapa tempat ada desa dan negeri yang memiliki potensi masing-masing. Hampir semua kabupaten memiliki kekuatan itu,” ujar Ary Sahertian.

Manfaat Pembangunan Harus Sampai ke Tingkat Negeri

Politisi itu menekankan, pengembangan potensi negeri adat tidak boleh berhenti pada dokumen perencanaan. Strategi pembangunan daerah harus diterjemahkan ke dalam program konkret agar masyarakat di tingkat negeri dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

“Pengembangan potensi negeri adat harus masuk dalam strategi pembangunan daerah agar masyarakat di tingkat negeri dapat merasakan manfaat pembangunan secara langsung,” kata Sahertian.

Ia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Maluku mulai mengidentifikasi keunggulan masing-masing negeri untuk dijadikan basis perencanaan ekonomi. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan negeri-negeri adat di kepulauan.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top