PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) resmi meningkatkan layanan kelistrikan di Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menjadi 24 jam penuh. Peningkatan layanan yang dipusatkan di Desa Ta'a ini menyasar 11 desa dan disambut antusias warga sebagai awal baru bagi produktivitas, pendidikan, hingga usaha ekonomi lokal.
AMBON — Masyarakat di 11 desa di Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur, kini menikmati pasokan listrik selama 24 jam penuh. PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi resmi menyalakan layanan kelistrikan tanpa henti di wilayah tersebut, ditandai dengan kegiatan Penyalaan 24 Jam KP Kilmury di Desa Ta'a.
General Manager PLN UIW MMU, Dony Noor Gustiarsyah, menyebut peningkatan layanan ini merupakan komitmen perseroan menghadirkan energi yang memberi manfaat nyata bagi pertumbuhan masyarakat. "Energi ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk semakin produktif, bagi anak-anak untuk belajar dengan lebih leluasa, bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonominya, serta bagi pelayanan publik untuk semakin optimal," ujarnya, Senin lalu.
Hadirnya listrik sepanjang hari di Kilmury tak hanya soal penerangan. Tersedianya energi secara terus-menerus membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, mendukung kegiatan belajar mengajar dengan pemanfaatan teknologi, sekaligus memperkuat layanan publik di tingkat pemerintahan desa.
Manager PLN UP3 Masohi, I Made Indra Wijaya, menegaskan penyalaan ini bukan sekadar penambahan jam layanan. "Dengan energi yang tersedia sepanjang hari, kami berharap semakin banyak aktivitas produktif yang tumbuh, mulai dari kegiatan usaha, pendidikan, hingga pelayanan masyarakat yang pada akhirnya turut mendorong perekonomian dan kesejahteraan Kilmury," kata Indra.
Kegiatan penyalaan tersebut turut dihadiri kepala desa dari Desa Ta'a, Undur, Kumelang, Afang Kota, Afang Defol, Nekan, Kilbon Kway, Selor, Missing, Tum, dan Gusalaut. Kehadiran para tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat mencerminkan dukungan terhadap langkah PLN di wilayah kepulauan tersebut.
Camat Kilmury, Ahmad Muges, mengapresiasi peningkatan pelayanan kelistrikan ini. Menurutnya, listrik 24 jam menjadi dukungan penting bagi warga untuk terus berkembang. "Dengan listrik yang tersedia sepanjang hari, kegiatan pendidikan, pelayanan pemerintahan, aktivitas sosial, hingga usaha masyarakat dapat berjalan semakin baik," ujar Ahmad.
Di tengah karakteristik geografis Maluku dan Maluku Utara yang tersebar dalam gugusan kepulauan, PLN terus berupaya memperluas manfaat energi. Terang 24 jam di Kilmury diharapkan menjadi awal bagi hadirnya lebih banyak peluang untuk menggerakkan produktivitas dan menumbuhkan ekonomi lokal.
PLN turut mengajak masyarakat memakai listrik secara aman, bijak, dan produktif, serta menjaga fasilitas kelistrikan agar keandalan layanan bisa terus dirasakan secara berkelanjutan.