LANGGUR — Kondisi geografis Kepulauan Maluku Tenggara yang tersebar dan rawan cuaca ekstrem selama musim timur dan barat menjadi hambatan terbesar penyaluran bantuan sosial. Menyikapi hal itu, Dinas Sosial setempat memastikan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mendapatkan solusi penunjang transportasi laut.
Plt. Kepala Dinas Sosial Maluku Tenggara, Titus Betaubun, menyebut fasilitas ini sangat krusial, tidak hanya untuk mobilitas rutin petugas lapangan, tetapi juga dalam situasi tanggap darurat. "Transportasi laut menjadi tantangan terbesar kami, sehingga kami terus berkoordinasi dengan kementerian untuk mendapatkan solusi penunjang," ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Keberadaan armada penunjang dinilai tidak bisa ditawar lagi. Selama ini, pendistribusian bantuan rehabilitasi sosial ke wilayah kepulauan kerap tertunda akibat ketidakpastian cuaca dan terbatasnya moda transportasi yang aman.
Padahal, dedikasi para petugas di lapangan sudah tidak perlu diragukan. Mereka memastikan bantuan tetap sampai ke tangan penerima manfaat, meski harus menempuh jalur laut yang sulit dan memakan waktu lebih lama.
Inisiatif pengadaan fasilitas ini merupakan langkah proaktif pemerintah daerah. Pihak eksekutif optimistis bahwa peningkatan fasilitas transportasi akan berbanding lurus dengan efektivitas penyaluran bansos.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, hambatan geografis yang selama ini menjadi momok diharapkan dapat diminimalisir secara bertahap. Hal ini sejalan dengan upaya pemerataan kesejahteraan bagi seluruh warga, termasuk mereka yang bermukim di pulau-pulau terluar Kabupaten Maluku Tenggara.