MALUKU — Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Tim gabungan yang terdiri dari personel Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo, BPBD Kabupaten Probolinggo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta relawan diterjunkan untuk memadamkan api yang membakar vegetasi kering di sekitar tebing Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.
Rekaman video amatir yang beredar menunjukkan kobaran api menjalar cepat di antara ilalang kering pada Rabu malam. Tiupan angin kencang sempat membuat api mendekati area penginapan, memicu kekhawatiran warga dan wisatawan yang berada di lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengungkapkan bahwa api yang awalnya hanya satu titik dengan cepat menyebar ke area lain. Kondisi ini memaksa petugas untuk membagi strategi penanganan di beberapa titik secara bersamaan.
"Awalnya mungkin satu titik, tapi sudah menyebar sehingga diperlukan penanganan yang terbagi. Alhamdulillah, teman-teman dari Kodim, Polres, TNBTS, dan relawan bersama-sama melakukan penanganan," ujar Oemar, Jumat (28/8/2026).
Proses pemadaman tidak berjalan mulus. Asap pekat yang membumbung tinggi, hembusan angin kencang, serta kontur tebing yang curam menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. Setiap pergerakan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati demi keselamatan tim.
Memasuki Kamis sore, situasi mulai membaik. Sejumlah titik api berhasil dipadamkan, dan petugas kini dapat memfokuskan upaya pada titik-titik yang masih menyala. Oemar menambahkan bahwa upaya pendinginan dan pembasahan area terdampak terus dilakukan untuk mencegah api muncul kembali.
"Memang saat ini kondisinya masih ada, tapi insyaallah yang lainnya sudah mulai padam sehingga bisa kami fokuskan kepada titik itu," katanya.
Bagi Anda yang berencana menikmati matahari terbit dari Penanjakan atau menyusuri lautan pasir, ada baiknya menunda perjalanan dalam beberapa hari ke depan. Kebakaran lahan ini berpotensi menyebabkan penutupan sementara jalur pendakian atau pembatasan akses di kawasan Cemoro Lawang demi keamanan.
Kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran juga belum ideal karena kepulan asap. Wisatawan dengan gangguan pernapasan disarankan untuk sangat berhati-hati. Informasi terkini mengenai status kawasan dan akses masuk dapat dikonfirmasi langsung melalui kantor TNBTS atau akun media sosial resmi mereka sebelum berangkat.
Kebakaran ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau membuat vegetasi di kawasan pegunungan sangat rentan terbakar. Jika tetap memaksakan diri berkunjung, patuhi larangan membuka api, membuang puntung rokok sembarangan, atau melakukan aktivitas yang berpotensi memicu percikan api di area rawan.