AMBON — Abdul Rachman (53), nelayan asal Desa Nametek, Namlea, Kabupaten Buru, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah dilaporkan hilang saat melaut. Korban dievakuasi tim SAR gabungan bersama nelayan setempat di Perairan Desa Wamlana, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIT.
Jasad korban ditemukan pada posisi sekitar 56,04 Nautical Mile (NM) arah Barat dari lokasi kejadian. Korban selanjutnya dibawa menuju Desa Nametek untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Korban diketahui berangkat melaut menuju Perairan Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Senin (24/8/2026) sekitar pukul 17.05 WIT. Namun hingga Selasa (25/8/2026) malam, korban tak kunjung kembali ke rumah.
Keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Operasi pencarian pun digelar oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Namlea.
Koordinator Pos SAR Namlea, Mesak Sainyakit, mengatakan korban ditemukan saat operasi pencarian memasuki hari ketiga. Sejak pagi, tim SAR gabungan dikerahkan menggunakan speedboat Dinas Kesehatan Namlea dan longboat masyarakat menuju beberapa titik koordinat yang telah ditentukan.
"Di hari ketiga pencarian, sejak pagi Tim SAR kembali dikerahkan menggunakan speedboat Dinas Kesehatan Namlea dan longboat masyarakat bergerak menuju beberapa titik koordinat yang sudah ditentukan guna melaksanakan operasi pencarian," ungkap Mesak dalam keterangan yang diterima MalukuTerkini.com, Jumat (28/8/2026).
Pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 12.22 WIT. Tim SAR gabungan menerima informasi bahwa korban telah ditemukan oleh nelayan setempat di sekitar Perairan Desa Wamlana.
"Korban berhasil ditemukan Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIT pada posisi sekitar 56.04 Nautical Mile (NM) arah Barat dari lokasi kejadian," katanya.
Jasad Abdul Rachman kemudian dievakuasi menuju Desa Nametek untuk diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.