BANDA NAIRA — Informasi cuaca dan iklim kini diupayakan menjangkau nelayan dan petani di pulau-pulau kecil Maluku hingga ke tingkat desa. Yayasan SAHARI menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperluas penyebaran Sistem Informasi Cuaca dan Iklim (SICI) dalam program Penguatan Kapasitas dan Ketangguhan Masyarakat Pesisir serta Pulau Kecil (Desrana Kepulauan).
Langkah ini didukung Caritas Germany dan BNPB. Yayasan SAHARI membentuk kelompok kerja (Pokja) di masing-masing desa pendampingan agar informasi berbasis data ilmiah benar-benar diterima masyarakat, khususnya mereka yang bekerja di sektor kelautan dan pertanian.
Ketiga desa yang menjadi lokasi pendampingan adalah Pulau Ay, Selamon, dan Lautang. Ketiganya berada di wilayah Kepulauan Banda yang dikenal rawan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Pelatihan intensif digelar di Banda Naira, Maluku Tengah, selama dua hari. Setiap desa mengirimkan delegasi yang tidak hanya berasal dari unsur pemerintahan desa.
Kepala desa, tiga anggota kelompok kerja (Pokja), dan perwakilan Tim Pengurangan Risiko Bencana (PRB) menjadi peserta utama. Pelatihan ini sengaja dirancang lintas sektor agar informasi cuaca tidak hanya dipahami perangkat desa, tetapi juga warga yang setiap hari berhadapan langsung dengan laut dan lahan.
Yang menarik, pelatihan ini juga melibatkan tokoh masyarakat yang menguasai pengetahuan astronomi tradisional lokal Maluku, Nanaku. Dengan begitu, informasi dari BMKG diharapkan bisa diselaraskan dengan kearifan lokal yang selama ini menjadi pedoman nelayan dan petani setempat.
Keterlibatan tokoh Nanaku menjadi jembatan antara pendekatan ilmiah modern dan praktik turun-temurun masyarakat pulau kecil. Hal ini dinilai penting agar masyarakat lebih mudah mempercayai dan mengadaptasi informasi cuaca yang disampaikan.
Melalui pelatihan ini, delegasi desa diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan BMKG dalam menyampaikan peringatan dini cuaca dan iklim. Bagi nelayan dan petani di pulau-pulau kecil, informasi tersebut menjadi penentu keputusan ketika berhadapan dengan perubahan cuaca dan ancaman bencana.