MALUKU — Manajer Timnas Voli Putri Indonesia, Luciana Taroreh, menegaskan bahwa konsistensi adalah harga mati bagi Mediol Yoku dan kawan-kawan. Menurutnya, melawan tim sekelas Iran, kesalahan kecil sekecil apa pun bisa berubah menjadi petaka besar. Fokus harus dimulai sejak poin pertama dilancarkan, bukan menunggu ritme permainan menemukan bentuknya.
"Kunci pertandingan melawan Iran adalah menjaga konsistensi permainan sejak poin pertama, meminimalkan kesalahan sendiri, serta tetap disiplin dalam blok dan pertahanan," kata Luciana dalam rilis resmi PBVSI, Jumat (28/8).
Mentalitas Jadi Senjata Utama di Laga Krusial
Luciana tidak hanya berbicara soal strategi di lapangan, tetapi juga persiapan mental para pemain. Ia berusaha keras mendampingi tim dan memastikan seluruh kebutuhan pemain terpenuhi secara maksimal sebelum pertandingan. Hal ini dilakukan agar psikologis para atlet tetap stabil dan terkatrol menghadapi tekanan laga hidup-mati.Ia secara khusus mengingatkan bahaya dari kesalahan sendiri (error) yang bisa menggerus mentalitas tim. Dalam pertandingan yang berjalan ketat, kehilangan poin karena kesalahan sendiri jauh lebih menyakitkan daripada harus kalah oleh serangan lawan. "Kuncinya jangan banyak melakukan kesalahan. Itu yang membuat mental turun sendiri," tegasnya.
Target Semifinal dan Peran Pelatih Marcos Sugiyama
Luciana optimistis target semifinal dapat tercapai jika para pemain percaya pada kemampuan diri sendiri dan berani tampil maksimal. Ia meminta anak asuhnya untuk tetap setia pada sistem permainan yang telah disiapkan tim pelatih. Keberhasilan Timnas Voli Putra yang menjadi jawara level Asia disebutnya menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi skuad putri."Para pemain harus percaya pada kemampuan sendiri, bermain berani, dan tetap fokus pada sistem permainan yang telah dipersiapkan tim pelatih," ujarnya.
Di sisi lain, Luciana juga menyematkan harapan besar kepada sosok pelatih Marcos Sugiyama. Ia berharap juru taktik asal Brasil tersebut mampu meracik strategi yang jitu dan ampuh untuk membongkar pertahanan Iran. Seluruh elemen tim, dari manajemen, pelatih, hingga pemain, diharapkan bahu-membahu mewujudkan tiket bersejarah ke semifinal turnamen level Asia.