MALUKU — Sebelum Kylian Mbappe melakukannya di Lusail Stadium pada Desember 2022, nama Sir Geoff Hurst berdiri sendirian dalam catatan sejarah. Ia adalah satu-satunya pemain pria yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan final Piala Dunia, sebuah prestasi yang ia raih saat Inggris mengalahkan Jerman Barat 4-2 di Wembley pada 1966.
Hanya tiga orang dalam sejarah yang pernah mencetak hat-trick di final Piala Dunia. Selain Hurst dan Mbappe, Carli Lloyd melakukannya untuk Amerika Serikat di final Piala Dunia Wanita 2015. Namun di kategori putra, rekor Hurst bertahan 49 tahun sebelum akhirnya disamakan Mbappe.
Dua Alasan Hurst Tak Keberatan Rekornya Disamakan
Dalam wawancara eksklusif dengan majalah FourFourTwo, Hurst mengaku dirinya sama sekali tidak merasa terganggu ketika Mbappe mencetak hat-trick di final Argentina vs Prancis. Ia bahkan menegaskan tidak peduli, dengan dua alasan yang cukup logis.
"Satu, karena dua dari golnya adalah penalti, yang membuatnya berbeda dengan gol-gol saya. Tapi yang lebih penting, dia berakhir di sisi yang kalah," ujar Hurst.
Mbappe memang menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2022 dengan raihan delapan gol dan membawa pulang Sepatu Emas. Namun trofi juara tetap menjadi milik Argentina setelah drama adu penalti yang berakhir 4-2 untuk La Albiceleste.
Final 1966: Momen yang Mengubah Hidup
Kendati rekornya kini dipegang bersama, Hurst menegaskan pengalaman pribadinya di final 1966 tidak akan pernah tergantikan. Ia menyebut pertandingan tersebut sebagai momen yang mengubah hidupnya sepenuhnya.
"Final itu pada tahun 1966 benar-benar mengubah hidup saya. Saya masih sering bertemu orang-orang yang bilang mereka ada di stadion hari itu, atau mengingat di mana mereka menonton pertandingan dan dengan siapa mereka saat gol terakhir saya masuk," kenang Hurst.
"Itu adalah pertandingan terbesar di dunia dan saya berhasil melakukan sesuatu yang istimewa. Jadi itu sangat berarti bagi saya, tentu saja," tambahnya.
Hurst: Saya Yakin Mbappe Lebih Pilih Medali Juara
Hurst juga meyakini bahwa Mbappe, yang telah memenangkan Piala Dunia 2018 bersama Prancis, pasti lebih memilih hasil akhir yang berbeda di final 2022. Baginya, trofi juara selalu lebih berharga daripada catatan individu.
"Saya yakin jika Anda bertanya kepada Mbappe, dia pasti akan menukar hat-trick-nya dengan medali juara," ujar Hurst.
Ditraktir Minum? Hurst Tertawa
Menyoal statusnya sebagai legenda hidup sepak bola Inggris, Hurst menanggapi dengan santai anggapan bahwa ia tidak pernah membayar minuman selama enam dekade terakhir. Ia mengaku tawaran traktiran memang kerap datang, tapi ia selalu menolaknya.
"Saya tidak akan bilang mereka mengantre, tapi orang-orang memang kadang menawarkan untuk membelikan saya minuman. Tidak rutin, atau sesering yang orang kira. Itu sangat menyenangkan, tapi saya selalu menolak," kata Hurst.
"Agak aneh rasanya, orang asing datang dan menawari saya satu pint. Jadi saya tidak pernah menerimanya," pungkasnya.