Sebanyak 76 warga Desa Kehli, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis dari Tim Kesehatan Komando Armada (Kodaeral) IX Ambon. Layanan ini merupakan rangkaian dari misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang juga membawa layanan Kas Keliling Bank Indonesia ke wilayah terluar Maluku.
MALUKU BARAT DAYA — Tim Kesehatan Kodaeral IX Ambon mencatat beragam keluhan kesehatan warga Desa Kehli saat menggelar pemeriksaan gratis di sela-sela misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Dari pemeriksaan yang dilakukan, gangguan lambung atau dispepsia, nyeri otot (mialgia), hingga hipertensi menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan.
Komandan KRI Posepa-870, Mayor Laut (P) Muhammad Fachri, menyebut pelayanan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di daerah kepulauan yang sulit dijangkau. Melalui kapal perang yang membawa Tim ERB, warga Desa Kehli tidak hanya mendapat akses layanan keuangan, tetapi juga layanan dasar kesehatan yang selama ini terbatas.
Kondisi geografis kepulauan menjadi kendala utama bagi warga untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Fachri menilai, kehadiran unsur TNI AL di wilayah terluar tidak hanya untuk tugas pertahanan, namun dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
“Selain menjalankan misi utama ERB, kami juga berupaya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, salah satunya melalui pelayanan kesehatan gratis bagi warga Desa Kehli,” kata Fachri dalam keterangan yang diterima Ambon, Rabu (2/9).
Tim kesehatan memberikan pemeriksaan tekanan darah, kondisi umum, serta pemeriksaan fisik dasar. Warga yang memiliki keluhan juga mendapat konsultasi medis, obat sesuai hasil pemeriksaan, dan edukasi cara penanganan mandiri.
Beberapa penyakit yang terdeteksi antara lain dermatitis, osteoarthritis, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penanganan dilakukan langsung di lokasi oleh tiga personel kesehatan Kodaeral IX yang tergabung dalam misi tersebut.
Kegiatan di Desa Kehli melibatkan 15 personel Tim ERB Bank Indonesia Provinsi Maluku. Selain pengobatan gratis, warga juga menerima layanan Kas Keliling serta edukasi kebangsaan dan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).
Fachri menegaskan, sinergi ini menjadi strategi memperluas jangkauan pelayanan negara hingga ke masyarakat di pulau terdepan. “Kami ingin masyarakat di wilayah terluar juga merasakan kehadiran negara, baik melalui layanan Rupiah maupun pelayanan sosial seperti kesehatan,” ujarnya.
Desa Kehli merupakan sasaran keempat dalam rangkaian pelayaran ERB 2026. Setelah menyelesaikan misi di desa tersebut, KRI Posepa-870 dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral IX melanjutkan pelayaran menuju Pulau Banda untuk menjalankan rangkaian kegiatan berikutnya.