MALUKU — Pabrik BYD di Subang yang baru diresmikan Kamis lalu langsung menunjukkan ambisinya di pasar Indonesia. Selain Atto 1 dan M6 DM yang sudah memulai produksi, Denza D9 dan M6 EV kini terlihat berada di jalur perakitan, menegaskan rencana BYD untuk memperbanyak model rakitan lokal.
Denza D9 merupakan MPV listrik premium yang selama ini diimpor utuh dari China. Kehadirannya di lini produksi pabrik seluas 126 hektare itu menjadi sinyal kuat bahwa model ini akan segera diproduksi di dalam negeri, menunggu waktu untuk masuk tahap produksi massal.
Saat memasuki area pabrik yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, beberapa unit Denza D9 berwarna hitam tampak terparkir di bagian finishing line. Di area ini, unit yang sudah selesai dirakit biasanya menjalani serangkaian inspeksi akhir termasuk pengetesan kendaraan.
Unit D9 tersebut terlihat berdampingan dengan Atto 1 dan M6 DM yang memang sudah resmi diproduksi di pabrik ini. Menurut penjelasan staf BYD Auto Indonesia di lokasi, baik D9 maupun M6 EV saat ini masih dalam tahap uji coba produksi dan belum masuk produksi massal.
Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, tidak membantah ketika ditanya soal rencana produksi lokal Denza D9. Ia menjelaskan bahwa BYD memang tengah memperluas produksi domestik untuk model-model yang menyumbang volume penjualan signifikan.
"Pada saat ini kami memang secara perlahan-lahan membuat produk-produk itu diproduksi di domestik, khususnya yang menyumbangkan volume cukup signifikan. Contohnya Atto 1, M6, dan ada juga yang cukup favorit dalam bulan ini, stabil penjualannya, kita akan produksi juga di dalam negeri," ujar Luther di lokasi.
Ketika ditanya apakah model yang dimaksud adalah Denza D9, Luther menjawab singkat, "mungkin itu".
Pabrik perakitan BYD di Subang merupakan wujud komitmen investasi perusahaan di Indonesia yang nilainya mencapai Rp16 triliun. Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas produksi maksimal 150 ribu unit per tahun dan dilengkapi berbagai fasilitas manufaktur mulai dari pencetakan, pengelasan, pengecatan, hingga perakitan.
Keberadaan pabrik ini juga terkait dengan komitmen BYD sebagai penerima insentif impor mobil listrik CBU tahun lalu. Perusahaan berencana memproduksi sedikitnya 92 ribu unit hingga 2027 untuk memenuhi persyaratan yang diberikan pemerintah Indonesia.
Saat ini Denza D9 dan M6 EV masih berstatus uji coba produksi. Namun dengan jalur produksi yang sudah disiapkan, tinggal menunggu waktu sebelum kedua model tersebut resmi menyusul Atto 1 dan M6 DM sebagai produk rakitan lokal Subang.