Pencarian

Bukan Taksi Online Biasa: InDrive Bawa Budaya Tawar ke Dunia Ride-Hailing, Tarif Bisa Ditawar Langsung

Rabu, 03 Juni 2026 • 00:08:16 WIB
Bukan Taksi Online Biasa: InDrive Bawa Budaya Tawar ke Dunia Ride-Hailing, Tarif Bisa Ditawar Langsung
InDrive hadir dengan model tawar-menawar tarif langsung antara penumpang dan sopir di Indonesia.

MALUKU — Kisah inDrive dimulai dari cuaca ekstrem di Yakutsk, Siberia, saat suhu minus 40 derajat Celcius membuat tarif taksi lokal meroket dua kali lipat. Sekelompok mahasiswa yang kesal dengan praktik itu membuat grup media sosial bernama "Independent Drivers" sebagai wadah negosiasi langsung antara penumpang dan sopir. Dari situlah filosofi transparansi harga dan kebebasan memilih lahir, dan kini telah menjelma menjadi aplikasi yang beroperasi di 45 negara dan 700 kota, termasuk Indonesia.

Mengapa Model Negosiasi Ini Beda dari Grab dan Gojek?

Di aplikasi ride-hailing konvensional, penumpang hanya bisa pasrah pada angka yang muncul di layar. Saat hujan atau jam sibuk, lonjakan harga (surge pricing) kerap bikin kantong jebol. InDrive menawarkan mekanisme sebaliknya. Penumpang memasukkan destinasi, lalu mengajukan harga yang mereka anggap wajar. Sopir yang melihat tawaran itu bisa langsung menerima, menolak, atau mengajukan harga balik.

Setelah beberapa sopir merespons, penumpang punya kendali penuh untuk memilih. Bukan hanya soal harga termurah, tetapi juga bisa memfilter berdasarkan rating sopir, tipe kendaraan, dan jarak waktu kedatangan. Ini memberikan lapisan transparansi yang jarang ditemui di platform lain.

Komisi Lebih Rendah, Pendapatan Sopir Lebih Besar

Dari sisi pengemudi, inDrive menawarkan keuntungan yang cukup signifikan. Jika kompetitor biasanya memotong 20 hingga 25 persen dari tarif perjalanan, inDrive hanya mengambil komisi sekitar 10 hingga 15 persen. Artinya, meskipun tarif yang disepakati dengan penumpang lebih rendah dari harga pasar, pendapatan bersih yang dibawa pulang sopir tetap lebih besar.

Model ini juga memberi otonomi kerja. Sopir tidak dipaksa menerima orderan yang lokasi jemputnya terlalu jauh atau tarifnya dianggap terlalu rendah. Mereka punya hak untuk memilah tawaran yang masuk.

Apa Dampaknya bagi Penumpang di Indonesia?

Bagi konsumen, kehadiran inDrive menjadi alternatif di tengah dominasi dua pemain besar. Tidak ada biaya tersembunyi atau kenaikan harga mendadak karena faktor cuaca. Harga yang disepakati di awal adalah harga final yang dibayar. Fitur keamanan seperti berbagi lokasi secara real-time ke keluarga atau teman juga tetap tersedia.

Proses tawar-menawar yang terjadi justru menciptakan interaksi yang lebih manusiawi antara penumpang dan sopir. Di pasar Indonesia, di mana budaya tawar sudah mengakar di pasar tradisional hingga transaksi properti, pendekatan ini terasa lebih natural dibandingkan sistem harga kaku yang diterapkan aplikator lain.

Meski begitu, tantangan tetap ada. InDrive harus bersaing dengan ekosistem yang sudah mapan, termasuk loyalitas pengguna dan mitra pengemudi yang sudah terbiasa dengan aplikasi lain. Namun, dengan pertumbuhan pengguna yang masif di Indonesia, model "Real-Time Deals" ini membuktikan bahwa masih ada ruang untuk inovasi di luar skema algoritma yang kaku.

Bagikan
Sumber: mawar#4192

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks