MALUKU — Induk holding BUMN farmasi, Bio Farma, melalui anak usahanya Indofarma, melepas ekspor logistik medis secara langsung dari fasilitas produksi di Cibitung. Pelepasan kargo internasional itu disaksikan jajaran manajemen puncak holding maupun anak usaha.
Ekspor Jadi Penopang Restrukturisasi Keuangan
Komisaris Indofarma, Didi Agus Mintadi, menyatakan penetrasi pasar internasional ini memiliki nilai strategis yang melampaui aspek komersial. Pemasukan dari luar negeri diproyeksikan memberikan kontribusi devisa bagi negara.
"Bagi emiten, aliran kas masuk dari ekspor bertindak sebagai penyokong utama dalam mempercepat proses restrukturisasi kewajiban keuangan perseroan," ujar Didi dalam keterangan resmi.
Direktur Utama Indofarma, Sahat Sihombing, menegaskan komitmen perseroan memperluas dominasi jaringan distribusi internasional. Perusahaan mencatatkan pengalaman operasional lebih dari tiga dekade di industri farmasi.
Sinyal Positif bagi Pasar Modal
Bagi investor, rekam jejak dan realisasi pengiriman ini memberikan sinyal bahwa lini produksi perseroan masih beroperasi secara aktif. Hal ini terjadi di tengah ketatnya sentimen negatif pasar terhadap emiten yang tengah melakukan restrukturisasi fundamental.
Langkah strategis ini menandai upaya konkret manajemen mencari sumber pendapatan alternatif guna menopang keberlangsungan operasional. Aktivitas ekspor dinilai sebagai parameter penting atas daya tahan bisnis perusahaan di pasar global.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.