MALUKU — Momentum 2026 menjadi tahun sibuk bagi lembaga statistik di berbagai belahan dunia. BPS mencatat, setidaknya ada empat negara yang tengah menggelar sensus ekonomi secara bersamaan, mulai dari kekuatan industri Asia hingga negara berkembang di Afrika.
Empat Negara, Satu Momentum: Banci Ekonomi hingga Economic Census
Amalia mengungkapkan, Malaysia menjadi salah satu negara yang paling menarik perhatian karena kesamaan waktu dengan Indonesia. Negeri Jiran menyebut program ini sebagai Banci Ekonomi 2026 (BE2026), yang resmi berjalan mulai 5 Januari hingga 31 Oktober 2026.
"Di tahun ini, bukan hanya Indonesia yang sedang menyelenggarakan Sensus Ekonomi. Malaysia pun juga melakukan. Kalau bahasa Malaysia-nya namanya Banci Ekonomi. Kalau kita Sensus, dia Banci," ujar Amalia dalam Deklarasi Sensus Ekonomi 2026 Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Senin (13/7/2026).
Selain Malaysia, Jepang juga menjalankan Economic Census dengan siklus lima tahunan. Vietnam dan Zimbabwe melengkapi daftar negara yang melakukan pencatatan struktural di tahun yang sama. Bagi Zimbabwe, ini menjadi kali pertama mereka menyelenggarakan sensus ekonomi.
Frekuensi Lima Tahunan Jadi Standar Global
Menurut Amalia, Vietnam, Jepang, dan Malaysia memilih frekuensi lima tahun sekali karena mereka memahami urgensi data ekonomi yang presisi. Data tersebut menjadi fondasi dalam merumuskan arah kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran.
"Mereka mengetahui betapa pentingnya Sensus Ekonomi itu untuk menentukan arah kebijakan ekonomi yang lebih akurat dan tepat sasaran," jelas Amalia.
BPS sendiri menargetkan SE2026 mampu menjangkau seluruh unit usaha formal dan nonformal di Indonesia. Hasil sensus ini nantinya akan digunakan sebagai basis penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga perencanaan insentif fiskal bagi pelaku usaha.
Apa Artinya bagi Pelaku Bisnis dan Investor?
Bagi investor dan pelaku bisnis, sensus ekonomi yang dilakukan secara global ini memberikan gambaran peta persaingan yang lebih nyata. Data yang seragam dan periodik memungkinkan perbandingan iklim usaha antarnegara secara lebih objektif.
Di tingkat domestik, partisipasi aktif pelaku usaha dalam mengisi kuesioner SE2026 akan menentukan kualitas data yang dihasilkan. Semakin akurat data, semakin tajam pula kebijakan pemerintah dalam menciptakan ekosistem bisnis yang kompetitif.
BPS mengimbau para pengusaha, dari skala mikro hingga korporasi besar, untuk menyambut petugas sensus yang akan turun ke lapangan pada periode pendataan utama. Data yang terkumpul akan menjadi acuan kebijakan ekonomi Indonesia untuk lima tahun ke depan.