AMBON — Program Dashat tidak sekadar memberi teori tentang gizi. Warga di Desa Ohilahin, Kabupaten Buru, diajak langsung mempraktikkan cara mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kegiatan ini dipandu oleh tenaga gizi dari puskesmas setempat.
Mengapa Pangan Lokal Jadi Kunci?
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Edi Setiawan menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. "Program Dashat tidak hanya memberikan edukasi mengenai gizi, tetapi juga mendorong keluarga memanfaatkan potensi pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita," ujarnya di Ambon, Senin.
Pendekatan ini dinilai strategis karena bahan pangan lokal lebih mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat. Di Buru, potensi pangan lokal seperti umbi-umbian, ikan, dan sayuran bisa diolah menjadi menu bergizi tanpa harus bergantung pada bahan impor atau mahal.
Edukasi Tak Cuma Soal Makanan
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi komprehensif. Mulai dari pengenalan stunting, pentingnya ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI, hingga pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita. Pola asuh yang mendukung pertumbuhan anak serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi bagian dari kurikulum.
Edi menjelaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor krusial. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan penyuluh keluarga berencana (KB) dilibatkan langsung. "Kami terus mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, fasilitas kesehatan, penyuluh KB, dan masyarakat agar upaya pencegahan stunting berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata," kata dia.
Demonstrasi Masak: Dari Teori ke Praktik
Puncak kegiatan adalah demonstrasi memasak menu bergizi. Peserta belajar menyusun menu sehat, bergizi, dan terjangkau menggunakan bahan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan. Tenaga gizi dari puskesmas memandu proses ini, memastikan setiap langkah sesuai standar gizi seimbang.
Program ini diharapkan mampu menekan prevalensi stunting di Kabupaten Buru. Edi optimistis, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi keluarga, generasi sehat menuju Indonesia Emas bisa terwujud. "Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga," tegasnya.