AMBON — Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Unpatti menggelar bimbingan teknis bertema pengendalian pemanfaatan dan pengawasan penataan ruang. Forum itu menghadirkan tiga narasumber dari lingkungan Kementerian ATR/BPN serta akademisi Unpatti sendiri.
Selain sivitas akademika Fakultas Teknik Unpatti, kegiatan diikuti dosen dan mahasiswa PWK dari Universitas Muhammadiyah Maluku serta Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Ambon. Sejumlah pemangku kepentingan di bidang pertanahan dan penataan ruang turut hadir dalam forum tersebut.
Mengapa Ketidaksesuaian RTRW Jadi Perhatian
Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., menilai pemahaman penataan ruang krusial bagi mahasiswa PWK. Pasalnya, persoalan ketidaksesuaian antara pembangunan dan rencana tata ruang masih kerap ditemui di lapangan.
"Seringkali terjadi kondisi di mana pembangunan infrastruktur atau bangunan telah berjalan, namun setelah diverifikasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), peruntukan lokasinya tidak sesuai. Ketidaksesuaian ini tentu memiliki konsekuensi hukum dan dampak lingkungan," kata Malle.
Ia berharap forum itu tidak berhenti sebagai kuliah umum semata. Malle mendorong kerja sama lebih luas antara Unpatti dan DJPPTR Kementerian ATR/BPN, terutama untuk pendampingan kepada pemerintah daerah dalam pengendalian dan penertiban pemanfaatan tanah serta ruang.
Tiga Materi yang Dibahas dalam Kuliah Umum
Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang, Aria Indra Purnama, S.T., MUM., membawakan materi berjudul "Peran Strategis Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Era Kemudahan Berusaha." Materi menyoroti bagaimana pengendalian ruang tetap relevan di tengah kebijakan kemudahan berusaha.
Narasumber kedua, Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang Agus Sutanto, S.T., M.Sc., memaparkan "Urgensi Kegiatan Penertiban Pemanfaatan Ruang." Sementara Dekan Fakultas Teknik Unpatti sekaligus dosen PWK, Prof. Dr. Pieter Th. Berhitu, S.T., M.T., menyampaikan materi "Implementasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Berbasis Karakteristik Wilayah di Kepulauan Maluku."
Ketiga materi tersebut membahas aspek pengendalian dan penertiban pemanfaatan ruang serta penerapannya dalam pembangunan dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah Kepulauan Maluku.
Menjembatani Perspektif Akademik dan Kebijakan
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa dan akademisi mengenai penerapan kebijakan penataan ruang di daerah kepulauan. Forum tersebut juga berupaya mempertemukan perspektif akademik dengan kebijakan dan praktik pengendalian pemanfaatan ruang.
Bagi mahasiswa PWK yang akan berkecimpung di bidang perencanaan wilayah dan kota, forum semacam ini menjadi bekal awal sebelum terjun ke praktik lapangan. Unpatti melalui Fakultas Teknik berharap kolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN dapat berlanjut ke tahap pendampingan teknis bagi pemerintah daerah di Maluku.