Pencarian

Pemkot Ambon Revitalisasi Budaya Panas Pela dan Panas Gandong, Libatkan FKUB di 6 Kelurahan Toleransi

Rabu, 16 September 2026 • 23:26:32 WIB
Pemkot Ambon Revitalisasi Budaya Panas Pela dan Panas Gandong, Libatkan FKUB di 6 Kelurahan Toleransi
Wali Kota Ambon memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda dan FKUB di Balai Kota Ambon.

Pemerintah Kota Ambon memperkuat nilai kearifan lokal Pela Gandong sebagai langkah preventif menjaga kerukunan warga, melalui revitalisasi budaya Panas Pela dan Panas Gandong bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menyampaikan hal itu usai rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda dan FKUB di Balai Kota Ambon, Rabu. Program Desa/Kelurahan Toleransi juga diperkuat di enam kawasan, yakni Wayame, Hative Kecil, Latta, Nania, Waiheru, dan Passo.

AMBON — Pemkot Ambon menempatkan revitalisasi budaya Panas Pela dan Panas Gandong sebagai bagian dari penguatan nilai kearifan lokal Pela Gandong. Langkah itu diambil bersama FKUB dan instansi terkait untuk menjaga kerukunan serta mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.

Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menekankan bahwa pendekatan yang dipilih bukan reaktif, melainkan antisipatif dan preventif. Ia menyampaikan hal tersebut usai rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda dan FKUB di Balai Kota Ambon, Rabu.

Mengapa Pemkot Ambon Pilih Langkah Preventif, Bukan Reaktif

Bodewin menegaskan Pemkot Ambon bersama Forkopimda dan FKUB perlu mengedepankan langkah antisipatif dan preventif dalam menjaga kondisi sosial masyarakat. Ia membandingkannya dengan cara kerja pemadam kebakaran yang baru turun setelah masalah muncul.

"Kita tidak ingin seperti pemadam kebakaran—nanti ada konflik baru kita turun. Yang kita inginkan adalah langkah-langkah antisipatif dan tindakan preventif agar tidak timbul kejadian yang merugikan masyarakat," tegasnya.

Menurutnya, penguatan nilai Pela Gandong menjadi salah satu langkah preventif untuk menjaga kerukunan sekaligus memberikan pembelajaran sejarah dan nilai kebersamaan kepada generasi muda.

Pesan Damai Lewat Mimbar Ibadah dan Program FKUB Menyapa Sekolah

Tokoh agama yang tergabung dalam FKUB didorong aktif menyampaikan pesan perdamaian dan toleransi melalui mimbar ibadah. Saluran yang dimanfaatkan mencakup khotbah Jumat, khotbah Minggu, hingga ritual keagamaan Hindu dan Buddha.

Selain melalui rumah ibadah, Pemkot Ambon merekomendasikan program FKUB Menyapa Sekolah. Lewat program itu, tokoh agama dapat menjadi pembina upacara di sekolah untuk memberi pemahaman kepada siswa dan guru mengenai pentingnya menjaga kerukunan serta menghindari perilaku yang dapat memicu konflik.

"Generasi muda adalah penerus keberlanjutan kota ini. Anak-anak muda kita harus terus dibentengi dari bahaya balap liar, narkoba, minuman keras, hingga tawuran," ujarnya.

Enam Kelurahan Toleransi dan Ajakan Hentikan Hoaks

Selain revitalisasi Panas Pela dan Panas Gandong, Pemkot Ambon bersama FKUB dan instansi terkait terus menguatkan program Desa/Kelurahan Toleransi di sejumlah kawasan. Enam kawasan yang menjadi fokus yakni Wayame, Hative Kecil, Latta, Nania, Waiheru, dan Passo.

Bodewin juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi serta menghentikan penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media sosial. Menurutnya, informasi yang keliru atau belum terverifikasi dapat memicu ketegangan di tengah masyarakat sehingga perlu disikapi secara bijak.

Melalui nilai kearifan Pela Gandong, generasi muda diajak memahami bahwa perselisihan dan kekerasan hanya membawa kerugian. "Kita ingin semua warga menyadari bahwa kita tidak hidup sendiri di kota ini, dan kebersamaan adalah fondasi utama pembangunan Kota Ambon," kata Bodewin.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks