AMBON — Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon memastikan kesiapan 15 cabang lomba kesenian untuk berlaga di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 yang akan berlangsung di Jember, Jawa Timur. Persiapan ini dilakukan melalui ajang Pekan Seni Mahasiswa Internal Kampus (Peksimika) yang diikuti oleh 114 mahasiswa dari delapan fakultas, sebagai tahap awal seleksi bakat seni di lingkungan kampus.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unpatti, Nur Aida Kubangun, menegaskan bahwa Peksimika bukan sekadar kompetisi. "Seni mampu menyatukan perbedaan menjadi sebuah harmoni. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Unpatti bukan hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki rasa budaya dan kreativitas," ujarnya saat menutup acara, Rabu (13/5/2026).
Ke-15 cabang lomba yang dipersiapkan mencakup beragam jenis kesenian. Mulai dari baca puisi putra, penulisan puisi, penulisan cerpen, penulisan lakon, monolog, tari, fotografi, melukis, komik strip, desain media cetak, desain media sosial, solo dangdut, solo seriosa, solo pop, hingga vocal group.
Nur Aida menambahkan, para juara dari ajang internal ini nantinya akan mengikuti seleksi tingkat daerah bersama perguruan tinggi lain di Maluku. "Nantinya akan ada 15 mata lomba di Peksiminas, kami berharap doa dan dukungan untuk mengharumkan nama Maluku," katanya.
Rektor Unpatti, Freddy Leiwakabessy, menekankan pentingnya peran kampus dalam membangkitkan multiple intelligence atau kecerdasan majemuk setiap mahasiswa, termasuk di bidang seni dan budaya. "Kampus harus mampu membangkitkan multiple intelligence pada mahasiswa karena itu dimiliki oleh setiap orang, tinggal mana yang menonjol," ujarnya.
Ia meminta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan untuk terus mengaktifkan unit kegiatan mahasiswa (UKM) di berbagai bidang guna meningkatkan minat dan bakat mahasiswa. Menurut Freddy, kegiatan seni merupakan ruang penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda.
Freddy juga mengungkapkan bahwa pihak kampus mulai membangun jejaring dengan berbagai pihak di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Langkah ini untuk membuka peluang pengembangan talenta mahasiswa Unpatti di industri kreatif. "Saya sudah sampaikan ke WR III untuk mencari vendor-vendor di Jakarta, Bandung atau Surabaya yang berminat dengan talenta, Unpatti sedia. Ini kesempatan dan harus dilanjutkan untuk mendapatkan bakat luar biasa dari anak-anak kita," jelasnya.
Nur Aida menambahkan, Peksimika penting untuk terus dilanjutkan karena menjadi bukti bahwa mahasiswa dari lintas disiplin ilmu mampu menghasilkan karya seni berkualitas. "Ini menjadi bukti bahwa seni bersifat universal dan memiliki tempat di hati siapa saja meski berasal dari disiplin ilmu yang berbeda," pesannya kepada para mahasiswa.